Prabowo Janji Tak Akan Tinggal Diam Bila Ditipu dan Singgung Pemilu 2014 di Depan Media Asing
Nasional

Capres nomor urut 02 mengundang sejumlah media asing ke kediamannya pada Senin (6/5). Dalam kesempatan tersebut Prabowo sempat bercerita mengenai Pemilu 2014, dimana ia juga berhadapan dengan Jokowi.

WowKeren - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengundang sejumlah perwakilan kedutaan dan media massa asing ke rumahnya pada Senin (6/5) malam. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan keluh kesahnya tentang pelaksanaan Pemilu 2019 yang dinilai penuh dengan kecurangan.

Dalam kesempatan tersebut, media lokal Indonesia dilarang Prabowo untuk meliput. Dari keterangan tertulisnya, Prabowo memang mengaku sengaja ingin menyampaikan kepada komunitas asing tentang pandangannya terkait Pemilu 2019.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut lantas menyatakan dirinya tidak akan menerima hasil Pemilu 2019 yang penuh dengan penipuan dalam kesempatan tersebut. Ia juga sempat bercerita soal Pemilu 2014, dimana saat itu ia juga bertanding melawan Joko Widodo.

"Kali ini saya tidak akan menerima hasil yang penuh dengan penipuan," tegas Prabowo dilansir Strait Times pada Selasa (7/5). "Pada 2014, dalam hati saya sebenarnya tidak sungguh-sungguh menerima (hasil Pemilu). Namun demi kepentingan bangsa, saya memilih berprasangka baik. Saya datang ke acara pelantikan, saya menyelamatinya (Jokowi), demi kebaikan rakyat, demi kebaikan demokrasi, saya ingin menerima kekalahan dengan hati bersih."

Meski demikian, Prabowo mengaku kecurangan dalam Pemilu 2019 terlalu banyak, sehingga ia tidak dapat menerimanya begitu saja. "Tapi kali ini pelanggarannya terlalu banyak. Jadi ini sudah tidak mungkin. Saya tidak akan menerima Pemilu yang penuh dengan penipuan," lanjut Prabowo.


Selain itu, Prabowo juga menjelaskan bahwa pihaknya menuntut agar Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU diaudit. Sehingga kesalahan data yang ditemukan dapat segera dibenahi.

"Kami meminta verifikasi dan koreksi semua penyimpangan ini. Jika mereka mau memperbaiki ini sebelum tanggal 22, itu sangat mudah," jelas Prabowo. "Jika mereka serius, kami memiliki banyak ahli. Kami juga bisa mendapatkan pakar internasional. Lakukan saja audit Situng yang rasional."

Sementara itu, media asing juga sempat menanyakan aksi people power yang sempat disuarakan oleh tokoh di pihak Prabowo. Salah satunya adalah Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

Sejumlah media asing yang hadir penasaran apakah Prabowo akan menghentikan para pendukungnya apabila mereka benar-benar sampai melancarkan aksi people power. Prabowo pun lantas menjelaskan bahwa semua keputusan tersebut ada di tangan rakyat.

"Apa pun yang akan dilakukan oleh rakyat, maka itu adalah keputusan dari rakyat sendiri. Saya bukan seorang diktator. Jadi saya tidak akan meminta orang-orang untuk berbuat ini atau itu," ungkap Prabowo. "Saya tidak akan meminta orang-orang untuk turun ke jalanan, namun saya yakin mereka akan melakukannya. Karena apabila Anda melihat sejarah, masyarakat Indonesia bukan kambing. Mereka tidak akan menerima begitu saja."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait