Niat Bayar Zakat Rp 75 Juta, 6 Kartu Debit Anies Baswedan Ditolak Mesin EDC
Nasional

Anies memilih membayar zakat menggunakan kartu debit yang dimilikinya. Namun, kartu milik Anies ditolak oleh mesin EDC. Meski terlihat bingung, Anies kemudian mengeluarkan kartu lain dari dompetnya.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membayarkan zakat maal sejumlah Rp 75 juta. Dilansir dari Tempo, Anies melakukannya di satu stand milik Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis DKI Jakarta di Balai Kota, Rabu (29/5) kemarin.

Anies memilih membayar zakat menggunakan kartu debit yang dimilikinya. Namun, kartu milik Anies ditolak oleh mesin EDC. Meski terlihat bingung, Anies kemudian mengeluarkan kartu lain dari dompetnya.

Sayangnya, penolakan tersebut berlanjut hingga kartu debit Anies yang keenam. Anies akhirnya menunaikan pembayaran zakat maal dengan metode lain. Ia menggunakan pindah buku untuk menyerahkan dana Rp 75 juta tersebut.

"Enam kartu semuanya ga bisa," kata Ketua Baznas Baziz DKI Jakarta Luthfi Fathullah. Kami maklum beliau mungkin tidak pernah lagi pakai kartu."


Terkait jumlah zakat lain yang Anies bayarkan, Luthfi mengaku tidak tahu-menahu. Ia hanya ingat total zakat yang pernah dibayarkan mantan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno pada 2018.

"Kalau Pak Sandi Rp 1 miliar sekian lah," lanjut Luthfi. "Semua gaji wagubnya diserahkan ke Baznas."

Sementara itu, Luthfi menjelaskan Baznas Bazis memiliki target untuk mengumpulkan zakat sebanyak Rp 200 miliar. Target itu lebih tinggi Rp 5 miliar dibanding tahun sebelumnya, yakni Rp 195 miliar.

Pada 2020 target akan dinaikkan lagi menjadi Rp 300 miliar, pada 2021 menjadi Rp 400 miliar, sampai 2022 menjadi sebesar Rp 500 miliar. Luthfi menerangkan zakat tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada 1.000 penerima yang tersebar di lima wilayah Provinsi DKI Jakarta.

(wk/nris)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait