Klarifikasi Soal Getah Getih, Anies Baswedan Sebut APBD DKI Fokus Untuk Seniman
Twitter/aniesbaswedan
Nasional

Anies menjabarkan sejumlah poin dalam klarifikasinya. Termasuk soal Getah Getih yang sejatinya hanya berdiri selama 6 bulan dan pembiayaan yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi rakyat kecil.

WowKeren - Pembongkaran instalasi seni bambu Getah Getih yang sempat dipasang di Bundaran Hotel Indonesia (HI) masih menjadi perbincangan publik. Banyak pihak menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membuang uang untuk karya seni yang hanya seumur jagung.

Menanggapi kritikan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun buka suara. Melalui akun Twitter resminya, @aniesbaswedan, Anies memberikan klarifikasinya soal instalasi seni bernilai Rp 550 juta tersebut.


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menegaskan bahwa instalasi Getah Getih merupakan bagian dari penyambutan Asian Games 2018 lalu. Oleh karenanya, menjadi suatu kewajaran apabila atribut terkait Asian Games dilepas setelah pesta olahraga se-Asia itu berakhir.

"Pertama, instalasi itu memang bagian dari penyambutan Asian Games Agustus tahun lalu," cuitnya. "Berbagai atribut dan banner yang dipasang di sekitar Senayan dan berbagai wilayah Jakarta, itu semua tidak permanen. Selesai Asian Games maka semua atribut dilepas kembali, termasuk Getah Getih."

Selain itu Anies juga menyinggung soal pembiayaan karya seni Joko Avianto tersebut. Menurutnya dengan memilih bambu maka anggaran yang dikeluarkan dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal oleh rakyat kecil.

Klarifikasi Soal Getah Getih, Anies Baswedan Sebut APBD DKI Fokus Untuk Seniman

Twitter

"Kita sengaja memilih instalasi dari bahan bambu agar dana itu menjangkau petani bambu, seniman bambu, dan tenaga kerja terampil di bidang bambu," tuturnya. "Itu semua adalah implikasi dari pilihan material bambu, menggerakkan ekonomi lokal, rakyat kebanyakan."

"Jadi memang di masa yang akan datang Jakarta justru perlu lebih banyak memberikan anggaran untuk para seniman," imbuhnya. "Apalagi jika saat berkarya mereka menggunakan material lokal dan menggerakkan ekonomi rakyat kebanyakan."

Tak lupa Anies pun memuji sang seniman, Joko Avianto. Pasalnya karya-karya Avianto tak hanya dinikmati oleh warga Indonesia tetapi juga oleh masyarakat internasional. Beberapa karya Avianto juga dipajang di beberapa negara.

Sementara itu sang seniman mengaku bahwa karya seninya diproyeksikan berdiri selama enam bulan saja. Namun, menurutnya, kualitas lingkungan DKI Jakarta yang buruk menjadi penyebab utama karyanya tak bisa berumur panjang.

You can share this post!

Related Posts
Loading...