Wapres Jusuf Kalla mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Dalam menjalankan tugasnya, ASN diminta untuk memberikan pelayanan yang cepat.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 24 Juli 2019 - 16:16 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa bekerja dengan cepat dalam melayani masyarakat. Ia mewanti-wanti agar ASN tidak sengaja memperlambat suatu layanan sehingga akan menyulitkan masyarakat.
"Jangan berprinsip seperti saya sampaikan di Medan," kata JK dalam acara pembekalan ASN di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (24/7). "Kalau bisa diperlambat kenapa dipercepat. Pokoknya harus dipercepat!"
Ia menekankan agar ASN tidak memiliki pola pikir yang menganggap bahwa ASN adalah aparatur negara yang harus dilayani masyarakat. Sebab pola pikir semacam itu dikatakan JK sudah ketinggalan zaman. Justru sebaliknya, ASN lah yang harus melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh seusai bidang masing-masing.
"Jangan lagi berprinsip untuk dilayani. Banyak zaman dulu PNS itu ingin dilayani, ingin dihormati, mendapat fasilitas lebih baik. Itu pikiran-pikiran masa lalu yang telah berubah akibat persaingan dunia," tegas JK. "Kita harus berpikir lebih baik dan lebih maju untuk itu."
Misalnya bagi ASN yang bekerja di bidang kesehatan maka harus melayani masyarakat dengan sabar. Begitu pula ASN yang bertugas di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Mereka harus berupaya mensukseskan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
JK juga menyebutkan bahwa bagi ASN yang bekerja sebagai guru, maka harus benar-benar berupaya untuk mendidik generasi muda dengan ikhlas sesuai kemampuan. Untuk memberikan pelayanan yang cepat dan efisien, JK meminta para ASN untuk rajin berinovasi dalam bertugas.
"Melayani tentu berbeda-beda cara melayani, tergantung apa tugas Anda," lanjut Kalla. "Seorang guru yang diangkat, melayani artinya mengajar dan mendidik generasi muda dengan ikhlas dengan kemampuan yang baik. Itulah melayani."
Seperti diketahui, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menyelenggarakan Presidential Lecture kedua pada 2019. Acara ini diikuti oleh lebih dari 6.000 CPNS yang lolos seleksi pada rekrutmen 2018 lalu.
(wk/zodi)