Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengakui Kimi Hime tak wajib datang namun tetap berharap YouTuber serta gamer cantik ini bersedia hadir dalam diskusi soal konten.
- Ria Susilo Wardhani
- Kamis, 25 Juli 2019 - 15:58 WIB
WowKeren - Kimi Hime sudah mengklarifikasi soal kontennya dituduh berbau pornografi. Ia menyangkal anggapan miring itu dan menegaskan tak pernah buka baju dalam setiap videonya.
Kimi sengaja membuat video klarifikasi karena tiga konten miliknya yakni "Strip Challenge - Mati Satu Kali = Buka Baju", "Lagi Tegang, Eh Keluar Putih-Putih!?", dan "Keasyikan Bermain, Gadis Ini Mengeluarkan Cairan Lengket" dihapus Google atas permintaan Kominfo. Kimi yang sempat menangis lantas tampil sopan dan memberikan penjelasan.
"Padahal di video Kimi nggak ada buka baju. Jadi strip challenge itu hanyalah clickbait," jelasnya soal salah satu video. "Dalam videonya juga Kimi tidak bilang akan membuka baju yang Kimi pakai atau baju yang ada di dalam game."
Kimi juga mengungkap soal presentase usia para penonton channel YouTubenya. Ia menyangkal jika mayoritas penonton vlognya adalah anak-anak.
"Paling besar di rentang 18-24 tahun dengan persentasi 50 persen, 25-34 tahun dengan persentasi 24 persen, dan 35-44 tahun dengan persentase 6,6 persen," kata Kimi. "elain itu, umur 45-54 tahun dengan persentase 2,2 persen, 55-64 tahun dengan persentase 0,5 persen, serta 65 tahun ke atas dengan persentase 1,1 persen. Total dari penonton saya itu yang di bawah umur, 13-17 tahun itu hanya di sekitar 16 persen. Jadi kalau misalkan faktanya penonton saya kebanyakan anak-anak, itu salah."
Namun meski membela diri, Kominfo tetap ingin bertemu dengan Kimi. Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu berharap Kimi bisa hadir dalam pertemuan. Ia diberi waktu sampai Sabtu (27 Juli). Tak menutup kemungkinan, Kominfo akan menambah jumlah pemblokiran video milik Kimi.
"Setelah satu minggu ini, sampai setidaknya hari Sabtu. Tidak menutup kemungkinan, kami akan menambah konten-konten yang akan diblokir. Tapi tidak sampai kanal," terang Fernandus alias Nando.
Disisi lain, Nando menilai Kimi tak perlu hadir jika ia berinisiatif menghapus sendiri sejumlah kontennya yang dinilai vulgar. Meski begitu, Nando menilai lebih baik jika Kimi tetap hadir untuk diskusi soal regulasi konten.
"Selain tiga konten yang kami suspend, kami harap Kimi lakukan self blocking atau take down sendiri konten yang dia rasa mengandung unsur kesusilaan. Tidak wajib ke kantor juga sih tapi kan ke kantor kalau dia ingin diskusi ingin konten-konten dan mana yang memenuhi koridor regulasi kita sehingga dia mungkin lebih jelas kalau ngobrol," tutur Nando.
(wk/riaw)