Jusuf Kalla Curhat Gaji Wakil Presiden Tak Cukup Biayai Kebutuhan Keluarga
Nasional

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, dirinya tak akan sukses menjadi pengusaha apabila tak didukung oleh istrinya, Mufidah, dan juga ibundanya, Athirah Kalla.

WowKeren - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan rasa terima kasih pada istrinya, Mufidah, yang telah banyak membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Pasalnya, Jusuf Kalla mengaku penghasilannya sebagai Wapres tak cukup untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

"Saya ini kalau dihitung penghasilan sebagai Wapres, tidak bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan istri yang juga pengusaha," jelas Jusuf Kalla saat menyampaikan sambutan dalam rapat kerja nasional Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) pada Senin (29/7). "Jadi biaya keluarga lebih banyak didukung penghasilan istri saya sebagai pengusaha."

Selain istrinya, Jusuf Kalla juga menyampaikan bahwa kesuksesannya sebagai pengusaha tak lepas dari dukungan sang ibunda, Athirah Kalla. Menurut Jusuf Kalla, dirinya tak sukses menjadi pengusaha apabila tak didukung oleh kedua wanita tersebut.

"Secara pribadi saya bisa berdiri di sini karena dua pengusaha wanita muslimah," tutur Jusuf Kalla. "Ibu saya dan istri saya itu."

Jusuf Kalla mengaku bahwa ibundanya berperan penting kala keluarganya mengalami kesulitan ekonomi akibat krisis dunia. Kala itu, Athirah memiliki usaha yang menjual barang-barang tertentu.


"Pada waktu ekonomi keluarga krisis, maka yang maju adalah ekonomi ibu saya," ujar Jusuf Kalla. "Dialah yang mendukung kami semua."

Oleh sebab itu, Jusuf Kalla pun mendorong para pengusaha muslimah untuk terus mengembangkan usaha mereka. Kemajuan para pengusaha perempuan sendiri tak lepas dari perkembangan pendidikan dan teknologi.

Menurut Jusuf Kalla, dengan kemajuan teknologi, pekerjaan ibu rumah tangga semakin dipermudah. Oleh sebab itu, akan sangat bermanfaat jika waktu luang ini dipakai untuk melakukan hal-hal yang produktif.

"Kalau ibu-ibu zaman dulu butuh enam jam di rumah untuk mengurus rumah tangga, mencuci, memasak, belanja, urus suami sekarang karena teknologi, selesai," jelas Jusuf Kalla. "Tidak bisa masak juga bisa pesan. Maka waktu yang banyak itu supaya tidak habis hanya untuk bergosip maka lebih produktif menjadi pengusaha."

Di sisi lain, berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978, gaji wakil presiden adalah empat kali gaji pokok tertinggi pejabat di Indonesia selain presiden dan wakil presiden. Meski demikian, gaji pokok tersebut belum termasuk sejumlah tunjangan yang diberikan negara pada pejabat tiap bulannya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait