Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menyampaikan rasa duka cita atas kepergian Kiai Maimun Zubair alias Mbah Moen lewat cuitan di akun Twitter resminya pada Selasa (6/8).
- Bertilia Puteri
- Selasa, 06 Agustus 2019 - 14:26 WIB
WowKeren - Sejumlah tokoh nasional mengungkapkan rasa duka mereka atas kepergian KH Maimun Zubair alias Mbah Moen. Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.
Fadli mengungkapkan rasa duka lewat cuitan di akun Twitter resminya. "Innalillahi Wainnailaihi raajiun. Turut berduka cita atas wafatnya KH Maimoen Zubair di Mekkah. Smg alm Mbah Moen diterima di tempat terbaik di sisi Allah SWT n husnul khotimah. Amin," cuit Fadli pada Selasa (6/8).
Diketahui, Mbah Moen meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi, pada hari ini (6/8). Mbah Moen dikabarkan wafat sekitar pukul 04.17 waktu setempat di Rumah Sakit Ann Nur, Mekkah, usai menunaikan salat subuh.
Di sisi lain, Fadli sendiri sempat menyulut polemik terkait Mbah Moen dalam gelaran Pilpres 2019 lalu. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut diketahui mengunggah puisi bertajuk "Doa yang Tertukar" di media sosial Twitter pada Februari 2019 lalu.
Puisi itu dinilai publik berkaitan dengan doa Mbah Moen kala menerima kunjungan Capres nomor urut 01, Joko Widodo. Kala itu, Mbah Moen sempat salah menyebut nama Prabowo Subianto, padahal seharusnya nama Jokowi yang tengah duduk di sampingnya.
Unggahan Fadli itu menimbulkan kontroversi dan mendapat kritik keras dari banyak pihak. Ribuan santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Bela Kiai (ASBAK) bahkan sempat menggelar aksi demo di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Pasalnya, Fadli dianggap telah menghina Mbah Moen dengan puisinya tersebut.
"Luka para santri tidak akan redam tanpa ada permintaan maaf dari politisi tersebut kepada syaikhona," kata Sa'roni dilansir dari Merdeka.com, Selasa (12/2). "Luka itu akan semakin lebar dan semakin dalam ketika Fadli Zon seolah tanpa dosa mencuitkan kata-kata yang selalu memperkeruh bangsa ini."
Fadli sendiri telah meminta maaf kepada Mbah Moen lantaran puisinya disalahartikan dan dinilai menyerang Ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. Fadli mengaku puisinya tidak menyasar, apalagi menyerang Mbah Moen. Sehingga ia tak ingin puisi itu terus dipermasalahkan banyak pihak.
(wk/Bert)