Selain membebaskan mobil listrik dari penerapan ganjil genap, Presiden Joko Widodo mendorong Pemprov DKI untuk menggratiskan parkir dan bea pengurusan surat kendaraan.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 08 Agustus 2019 - 14:50 WIB
WowKeren - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi mendorong Pemprov DKI Jakarta agar memberikan insentif pada masyarakat yang ingin membeli kendaraan bermotor listrik. Hal ini dimaksudkan karena Jokowi sendiri mengakui jika mobil listrik harganya lebih mahal daripada mobil berbahan bensin.
"Pembeli kalau harganya terlalu mahal siapa yang mau juga," kata Jokowi usai meresmikan Gedung Sekretariat ASEAN, di Jakarta, Kamis (8/8). "Sehingga kami mendorong, terutama gubernur DKI yang APBD-nya gede bisa memberi insentif. Saya kira bisa dimulai."
Dalam kesempatan itu, hadir pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Di sela-sela Jokowi menjawab pertanyaan wartawan, Anies mengatakan bahwa Pemprov DKI sudah memberikan insentif yang dimaksud. Misalnya dengan tidak memberlakukan ganjil genap pada mobil listrik. "(Kawasan) ganjil-genap bebas untuk mobil listrik," ujar Anis.
Namun, hal itu menurut Jokowi masih belum cukup. Ada insentif lain yang bisa diberikan bagi para pengendara mobil listrik. Misalnya dengan memberikan parkir gratis dan juga pembebasan biaya ketika mengurus surat-surat untuk kendaraan.
Jokowi kemudian menyinggung negara lain yang sudah menerapkan kebijakan semacam itu kepada warganya yang menggunakan mobil listrik. "Ada negara-negara yang memberi subsidi sekian dolar untuk membeli mobil listrik. Dan dimulai seperti di Jakarta, busnya, mendorong taksi-taksinya," lanjut mantan Wali Kota Surakarta itu.
Pemerintah kian gencar mendorong masyarakat untuk menggunakan mobil listrik. Meski saat ini belum ada penggunaan mobil tersebut, namun pemerintah telah berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen mobil listrik. Perpres pun sudah diteken oleh Jokowi untuk mendorong pengembangan industri tersebut.
Mobil listrik dianggap sebagai solusi tepat untuk mengurangi dampak emisi bahan bakar terhadap lingkungan. Seperti diketahui, banyaknya penggunaan kendaraan bermotor membuat kualitas udara menurun, terutama di wilayah ibu kota.
Untuk tahap awal penggunaan mobil listrik, Jakarta bisa digunakan sebagai wilayah percontohan. "Bisa saja motor listrik didorong digunakan di DKI dulu. Dibelikan Pak Gub (Anies)," pungkas Jokowi.
(wk/zodi)