Sutradara Livi Zheng yang jadi sorotan usai merilis film dokumenter 'Bali: Beats of Paradise' ini sempat menegaskan kalau ia sukses bukan karena uang dari keluarga ataupun dibayari pemerintah.
- Ria Susilo Wardhani
- Senin, 02 September 2019 - 11:15 WIB
WowKeren - Sutradara muda Livi Zheng sempat jadi trending topik di sosial media. Ia "dibantai" habis-habisan oleh Joko Anwar cs terkali kualitasnya sebagai sutradara.
Dalam acara talk show Metro TV "Belaga Hollywood", Joko menyangkal anggapan film Livi "Brush with Danger" tembus seleksi ajang Piala Oscar. Menurut Joko, film dimana Livi menjadi sutradara sekaligus bintang itu baru sebatas memenuhi syarat administrasi.
Tak cuma Joko cs, sejumlah media juga sempat mengulas Livi setelah ia merilis film dokumentar "Bali: Beats of Paradise". Salah satunya Tirto.id yang membahas tentang mendiang kakek hingga kiprah orangtua Livi yang tajir melintir.
Terkuak kalau ayah Livi, Gunawan Witjaksono alias The Hok Bing, merupakan Direktur Utama PT Theda Pratama yang lantas mendirikan PT Theda Persada Nusantara (TPN) dimana putra Megawati, Mohammad Rizki Pratama, menjabat sebagai Wakil Direktur. Sedangkan ibunda Livi, Lilik Juliati, mendirikan perusahaan film di Amerika Serikat untuk menggarap karya sang anak. Selain itu diulas pula dugaan pengaruh kekayaan keluarga yang membuat film Livi bisa sampai dipromosikan pejabat.
Menanggapi tuduhan tersebut, Livi sempat angkat bicara. Ia menyesalkan sikap media yang sampai mengungkit soal mendiang sang kakek hingga menyebut soal sisi gelap dirinya dan keluarga.
Livi menegaskan kalau orangtuanya selalu memberikan nasihat agar ia bekerja keras secara mandiri. "Orangtua saya mendidik saya secara disiplin, kerja keras dan penuh dedikasi dalam hidup. Khusus dalam karya dan film-film saya, atas rahmat dan pertolongan Tuhan, serta bantuan teman-teman, saya mendapat investor dan sponsor," tegas Livi pada Medcom.id.
"Ada yang menyebarkan banyak berita tidak benar berusaha menjatuhkan saya di sela-sela peluncuran film 'Bali: Beats of Paradise' sampai membawa kakek saya yang sudah meninggal. Ini sangat tendensius," kata Livi. "Seperti film 'Bali: Beats of Paradise', saya mendapatkan semua biaya produksi dari Amerika. Dubes RI di Korsel yang sebelumnya adalah Konjen RI di Los Angeles sampai berkenan menjadi Executive Producer film ini."
"Dan bisa tanya kepada beliau langsung dananya semua dari sponsor di US, tidak ada sedikitpun dari orangtua saya atau pemerintah Indonesia," kata Livi. "Berita yang disebarkan untuk menjatuhkan saya, dikaitkan ke kakek saya, keluarga saya dan semua berita tidak ada kaitan dengan profesi saya sebagai sineas dicampur aduk untuk menggiring opini pembaca."
(wk/riaw)