Anies Baswedan menuturkan bahwa tender proyek tersebut diikuti oleh perusahaan BUMN sehingga seharusnya bisa lebih fokus untuk mengedepankan kepentingan rakyat.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 09 September 2019 - 14:57 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara mengenai dugaan isu kejanggalan dalam proyek tender pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) atau yang dikenal dengan Stadion BMW (Bersih Manusiawi dan Berwibawa). Tender proyek tersebut diikuti oleh para kontraktor perusahaan pemerintah.
"Ini sesama BUMN kok rebutan? Ini BUMN, sama-sama negara," kata Anies di Monas, Senin (9/9). "Pasti panitia juga sudah mengikuti prosedur. Jadi saya kemarin mendengar ketika BUMN ada rebutan, saya heran."
Oleh karena tender proyek tersebut diikuti oleh perusahaan BUMN maka seharusnya bisa lebih fokus untuk mengedepankan kepentingan rakyat. Sehingga siapa pun yang memenangkan proyek itu nantinya maka harus berfokus pada membangun negara. Oleh karena itu, para BUMN tersebut harusnya bisa saling memberikan dukungan.
"Maka siapa pun yang mendapatkan tugas sesungguhnya dua-duanya milik negara," lanjut Anies. "Bolehlah kita lihat lebih jauh, ini sama-sama BUMN justru saling support, kalau detil prosedur ke panitia saja."
Anies menilai bahwa isu ini berpotensi menghambat pembangunan. Uang yang dikeluarkan oleh pemerintah akan dikelola kembali oleh pemerintah. Serta pembangunannya pun akan dilakukan oleh pemerintah sendiri. Jika antar BUMN saling jegal-menjegal maka Anies menilai hal ini "kurang sehat".
"Berapa pun uang yang diberikan uangnya milik negara, jadi justru barang yang harus kita koreksi lagi, kurang sehat," tutur Anies. "Masak sesama BUMN saling jegal, ini anak bangsa yang mau membangun untuk bangsa tapi saling jegal yang nanti bisa menunda pembangunan."
Seperti diketahui, Kerjasama Operasional (KSO) Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT PP terpilih sebagai pemenang tender pembangunan stadion BMW. Adapun nilai penawaran yang diajukan adalah Rp 4,08 triliun. Hal ini dinilai janggal mengingat KSO yang dipimpin oleh PT Adhi Karya menawarkan harga yang lebih murah yakni sebesar Rp 3,78 triliun. Keputusan itu membuat warganet bertanya-tanya alasan DKI memenangkan tender yang justru jauh lebih mahal.
Anies berjanji untuk membangun stadion bertaraf internasional di Taman BMW, Jakarta Utara, sebagai kandang baru Persija. Stadion ini ditargetkan selesai pada 2022 mendatang.
(wk/zodi)