Bioskop AS yang Tayangkan 'Joker' Bakal Dijaga Ketat Polisi untuk Antisipasi Kasus Penembakan Massal
Warner Bros. Pictures
Film

Beberapa jaringan bioskop di AS sepakat melarang penggunaan senjata, masker dan riasan wajah di pemutaran 'Joker'. Siapapun yang melanggarnya dipastikan berurusan dengan pihak kepolisian.

WowKeren - Seiring dengan beragam spekulasi maupun kontroversi menjelang penayangan "Joker", rupanya pihak studio maupun kepolisian Amerika Serikat sepakat untuk memperketat keamanan di bioskop yang menayangkan film solo sang Clown Prince of Crime.

Warner Bros mengatakan bahwa beberapa bioskop sudah meningkatkan keamanan mereka jelang pemutaran "Joker". Bahkan anggota layanan militer Amerika Serikat juga diperintahkan untuk mewaspadai terhadap kemungkinan terjadinya penembakan massal.

"Departemen Kepolisian Los Angeles sadar akan keprihatinan publik dan signifikansi historis yang terkait dengan pemutaran perdana 'Joker,'" kata juru bicara Josh Rubenstein dilansir Variety pada Selasa (1/10). "Meskipun tidak ada ancaman yang kredibel di daerah Los Angeles, departemen akan mempertahankan visibilitas tinggi di sekitar bioskop ketika dibuka."

Salah satu jaringan bioskop yang berbasis di Texas, Alamo Drafthouse, mengumumkan bahwa mereka akan tetap berkoordinasi dengan penegak hukum setempat sambil meningkatkan keamanan. Siapapun yang ingin menggunakan cosplay atau riasan ala Joker masih diperbolehkan walau harus diperiksa terlebih dahulu.


"Kami melibatkan penegak hukum setempat secara terus-menerus demi keamanan di bioskop kami," tutur perwakilan Alamo Drafthouse. "Selain itu, cosplaying tetap diizinkan, namun penonton yang mengenakan kostum harus diperiksa lebih dahulu berdasarkan kebijakan staf teater, dan dapat diminta untuk pergi karena alasan apa pun."

Pengumuman itu muncul setelah beberapa jaringan bioskop lainnya akhir pekan lalu melarang penggunaan senjata, masker dan riasan wajah di pemutaran Joker. Siapa pun yang melanggarnya harus berurusan dengan polisi.

Langkah ini dilakukan setelah reaksi negatif terhadap "Joker" selama beberapa minggu terakhir, di mana film ini dikhawatirkan bakal menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan kekerasan.

Diketahui, belum lama ini keluarga serta teman korban pembunuhan massal saat penayangan film "The Dark Knight Rises" di Aurora, Colorado, pada 2012 lalu mengirimkan surat terbuka pada Warner Bros. Para keluarga korban khawatir kejadian buruk bakal terjadi setelah "Joker" tayang.

"Joker" sendiri akan ditayangkan secara global pada 4 Oktober mendatang. Sedangkan di Tanah Air, film yang dibintangi Joaquin Phoenix ini mulai dirilis pada 2 Oktober besok.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!