Pembangunan taman-taman tersebut, ditargetkan Anies Baswedan untuk rampung pada 2022 mendatang. Pemkot Jakarta menargetkan membangun 50 taman tiap tahunnya.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 03 Oktober 2019 - 12:07 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan membangun banyak taman untuk mewarnai ibu kota. Ia menargetkan hingga 2022 mendatang, Jakarta sudah memiliki 200 taman. Setiap tahunnya, ia menargetkan akan ada 50 taman yang dibangun.
"Per tahun 50 taman," kata Anies di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (2/10). "Jadi harapannya di tahun 2022 kita nanti akan ada 200 taman."
Ia menuturkan bahwa sepanjang 2019 ini, Pemprov DKI tengah membangun 53 taman di ibu kota. Pembangunan taman-taman tersebut akan mengusung konsep park. Dengan begitu, taman-taman itu nantinya bisa digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
"Kita sedang membangun 53 taman," jelas Anies. "Dan tamannya konsepnya semuanya park. Bukan garden."
Dengan dibangunnya banyak aman itu, ia berharap warga Jakarta tidak akan kesulitan lagi untuk menemukan ruang bermain hijau. Tak hanya untuk anak-anak, namun juga orang dewasa.
Anies kemudian mencontohkan Taman Kembang Kerep. Konsep taman ini adalah yang seperti diinginkannya. Taman Kembang Kerep mulanya adalah sebuah area yang tidak digunakan untuk fasilitas umum mengingat lokasinya ada di dekat keluaran tol. Namun, area tersebut kini sudah bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat.
"(Taman Kembang Kerep) itu adalah sebuah kawasan yang semula tak termanfaatkan," tutur Anies. "Ada di tempat keluaran exit tol. Lalu teman-teman di Suku Dinas Kehutanan di Jakarta Barat mengolahnya sehingga dia menjadi tempat bermain."
Jakarta bukanlah satu-satunya kota yang mengupayakan pembangunan banyak taman. Di Surabaya, Wali Kota Tri Rismaharini telah membangun ratusan taman di seluruh penjuru kota. Hingga saat ini, Kota Pahlawan telah memiliki sekitar 400 taman hijau.
Jika punya banyak taman dianggap akan ada banyak pula dana yang harus digelontorkan untuk merawatnya, maka anggapan itu telah dipatahkan oleh Pemkot Surabaya. Alih-alih menggunakan perawatan kimia, Risma memanfaatkan pupuk kompos yang diolah dari sampah. Sehingga selain mengurangi polusi lingkungan karena sampah, hal itu juga menghemat biaya perawatan.
(wk/zodi)