Chacha Frederica Pilih Belajar Islam di Pesantren Amerika Demi Tujuan Mulia ini
WowKeren/Fernando
Selebriti

Chacha Frederica mengungkapkan keinginannya untuk belajar Islam di negeri-negeri barat. Keinginan Chacha tersebut didukung oleh sang suami namun belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

WowKeren - Chacha Frederica mengungkapkan keinginannya untuk belajar Islam di pesantren yang ada di Amerika. Hal itu dilakukan Chacha untuk mematahkan pemikiran banyak orang bahwa negara barat hanya identik dengan duniawi.

"Karena aku pengin mematahkan apa ya.. imej bahwa kalau kamu pergi ke dunia barat itu kamu hanya bisa have fun, seneng-seneng doang tanpa kamu inget dunia akhirat. Kesannya dunia barat hanya duniawi banget," ujar Chacha saat ditemui WowKeren di kawasan Cipaku, Jakarta Selatan, pada Senin (28/10)."Ternyata kamu di sana juga bisa melihat akhirat kamu kok di mana itu lebih abadi dibanding kehidupan dunia. Karena orang yang hidup di dunia udah pasti akan meninggal."

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Chacha telah melakukan survei namun belum melihat lokasi lantaran sedang direnovasi. Di sisi lain, Dico Ganindito memberikan dukungan penuh pada keinginan sang istri.

"Waktu itu pernah ke New York, pernah ketemu imam besarnya, Imam Syamsi Ali. Tapi aku belum ke lokasinya karena masih direnovasi," ungkap Chacha. "Suami sih setuju dan seneng banget."


Meski negara dengan penduduk mayoritas non-islam, Chacha mengaku tetap mendapat perlakuan yang baik. Hal itu dibuktikan saat pas foto di visa dan paspor Chacha belum berhijab. Meski begitu, petugas imigrasi tak memperlakukan Chacha seperti yang ia bayangkan.

"Kalau regulasi enggak. Karena kemarin pas pertama aku berhijab, pas dateng ke tempat imigrasi aku deg-degan. Apalagi visa dan paspor aku belum berhijab," tutur Chacha. "Kira-kira mereka bakal nyuruh aku nyopot enggak ya buat ngecek orangnya sama apa enggak."

Chacha pun mengungkap apabila banyak negara barat yang memiliki pesantren. Dengan belajar di Amerika atau negara-negara Eropa, maka Chacha bisa memperdalam ilmunya mengenai sejarah dan kejayaan Islam di masa lampau agar tidak mudah terprovokasi.

"Ada, memang di sana ada pesantren. Dan kita enggak cuma di Amerika, tapi di Eropa kita bisa belajar tentang kejayaan Islam di sana," lanjut Chacha. "Kita harus belajar sejarah agar kita tidak menjadi orang yang mudah terprovokasi."

Sayangnya, keinginan Chacha untuk belajar islam di Amerika belum dapat dilakukan dalam waktu dekat meski sang suami akan turut serta. "Kalau pesantrennya seminggu sampai 14 hari. Kalau aku ke sana ya selama itu InshaAllah suami mau ikut sih. Cuma tahun ini harus kita postpone dulu jadi mungkin baru tahun depan lah," tutup Chacha.

(wk/nere)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait