Media nirlaba asal AS membocorkan isi email Gedung Putih yang meminta agar bantuan untuk Ukraina dihentikan. Email ini sendiri dikirim 90 menit setelah Trump menelepon Presiden Zelensky.
- Elvariza Opita
- Senin, 23 Desember 2019 - 12:02 WIB
WowKeren - Pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih menjadi berita hangat yang terus dibicarakan di seluruh penjuru dunia. Apalagi karena hanya diperlukan satu langkah lagi untuk menentukan nasib Trump di Gedung Putih, apakah akan dilengserkan atau tetap bertahan di singgsananya.
Sebagai pengingat, House of Representatives atau DPR AS telah secara resmi memakzulkan Trump. Sidang pemakzulan akan berlanjut ke ranah Senat, yang sedianya akan digelar pada tahun depan.
Fakta baru pun terus berusaha diungkap selama masa "rehat" ini, salah satunya berupa bocoran surel oleh media nirlaba Center for Public Integrity. Dalam surel itu tercantum petinggi Gedung Putih, Mike Duffey, yang meminta Kementerian Pertahanan menghentikan bantuan untuk Ukraina sekitar 90 menit setelah Trump bertelepon dengan Presiden Volodymyr Zelensky.
Duffey meminta penangguhan sementara sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. "Sehubungan dengan sensitifnya permintaan ini, diharap agar informasi ini disampaikan tertutup kepada yang bersangkutan," demikian kutipan surel Duffey.
Menanggapinya, pihak Gedung Putih pun akhirnya merilis transkrip pembicaraan Trump dengan Zelensky ke publik. Sebelumnya transkrip pembicaraan keduanya juga sudah sempat dirilis, meski kemudian berujung kecaman karena dianggap telah direkayasa.
"Selain itu, Anda tahu, ada banyak spekulasi soal putra Biden (Joe Biden, calon rival Trump di Pilpres AS 2020), bahwa Biden menghentikan penyelidikan (soal putranya yang terlibat masalah di Ukraina)," ujar Trump kepada Zelensky, sesuai transkrip tersebut. "Banyak orang ingin tahu soal hal ini, sehingga akan membantu bila Anda bisa mencari informasi dari Jaksa Agung."
Pihak Gedung Putih juga langsung merilis pernyataan resmi terkait pemberitaan tersebut. "Sangat ceroboh bila isi surel itu dikaitkan dengan pembicaraan (antara Trump dan Zelensky). Seperti yang telah dilaporkan, penangguhan bantuan dilakukan usai ada rapat pada 18 Juli 2019," tegas Juru Bicara Gedung Putih, Rachel Semmel, dikutip CNN.
Namun demikian, pihak Demokrat pun enggan mengalah. Senat Demokrat, Chuck Schummer, menyebut surel itu menjadi bukti lain terhadap pasal pemakzulan Trump, yakni penyalahgunaan wewenang.
"Kalau ada pembelaan, maka Duffey harus hadir untuk bersaksi," ujar Schummer, dilansir BBC, Senin (23/12). "Bantuan langsung dihentikan 90 menit usai Trump menelepon Zelensky dan fakta bahwa perintah itu diberikan diam-diam. Apalagi yang perlu diragukan?"
"Sampai kita mendengar kesaksian secara langsung, sampai kami mendapatkan dokumen (resmi transkrip pembicaraan dan surel), rakyat Amerika berhak berasumsi adanya penyalahgunaan wewenang," pungkas Schummer. "Jadi sebagai penutup, Presiden Trump, silakan rilis surel itu dan biarkan saksi berbicara di persidangan. Apa yang Anda takutkan?"
(wk/elva)