Psikiater dr. Mintarsih A. Latief, SpKJ menegaskan kalau narkoba tidak bisa dipakai untuk mengobati bipolar. Ia juga menganalisa kemungkinan kondisi emosi tak stabil menjadi pemicu penderita bipolar bisa memakai narkoba.
- Ria Susilo Wardhani
- Kamis, 02 Januari 2020 - 14:51 WIB
WowKeren - Ayah Medina Zein, Pujo, sempat membela putrinya. Pujo menyebut kalau obat dengan jenis amphetamine yang digunakan Medina berasal dari resep dokter untuk menyembuhkan penyakit bipolar.
"Kami kaget kok bisa. Padahal dia ngerokok dan minum saja tidak pernah," ujar Pujo di kediaman Medina Zein, di Resort Dago Pakar, Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Selasa (31/12). "Pas di rumah sakit, itu pun sedang berobat. Cuma katanya obat itu mengandung itu (amphetamine)."
"Medina sedang menjalani pengobatan bipolar. Bipolar itu penyakit yang sulit dikendalikan emosinya," seru Pujo. "Dia mengkonsumsi obat berdasarkan resep dokter, tidak sembarangan."
Namun psikiater bernama dr. Mintarsih A. Latief, SpKJ, menilai hal itu mustahil. Pada InsertLive, sang psikiater menyebut narkoba jenis apapun terlalu beresiko untuk dipakai mengontrol bipolar.
"Obat itu memang untuk mengontrol bipolarnya tapi bukan dengan narkoba. Narkoba itu memang tidak dapat dipakai karena risiko di kemudian hari lebih besar," seru dr Mintarsih. "Kalau amphetamine untuk sesaat memang teratasi, sesaat saja. Tapi sebagaimana obat-obat narkoba yang terjadi adalah nanti dosis harus dinaikan terus menerus dan ini yang berbahaya bagi kehidupan orangnya dan juga dengan efek samping yang cukup berat."
dr Mintarsih menilai amphetamine juga bisa menyebabkan overdosis. "Amphetamine jelas tidak dianjurkan bagi siapa saja, karena risiko yang ada, lalu dosis yang tambah lama tambah ditingkatkan dan akhirnya akan membahayakan tubuh orang itu sendiri dan bisa sangat mungkin terjadi over dosis," serunya.
Ia juga angkat bicara soal keterkaitan bipolar dan narkoba. Menurutnya, faktor penderita bipolar yang tidak stabil secara emosi yang biasanya jadi pemicu memakai narkoba.
"Keterkaitannya adalah bahwa pada seorang yang emosinya tidak stabil akan memudahkan menyalahgunakan narkoba, demikian juga pada bipolar karena emosinya tidak stabil," seru Mintarsih.
Sementara itu, keberadaan Lukman Azhari sang suami malah belum diketahui. Rico, manajer Rahma Azhari dan Sarah Azhari, mengaku tak tahu menahu soal Lukman.
"Saya nggak pegang (jadwal) Lukman, hanya pegang Sarah dan Rahma," kata Rico. "Saya tidak tahu, terima kasih."
(wk/riaw)