Hasil asesmen atas kasus narkoba yang menjerat Medina Zein akhirnya telah keluar. Namun dari hasil pemeriksaan, polisi akhirnya tak melakukan penahanan terhadap Medina.
- Eva Ayu Rahmawati
- Jumat, 03 Januari 2020 - 10:37 WIB
WowKeren - Medina Zein telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya sejak ditangkap pada 28 Desember 2019 lalu. Pengusaha dan selebgram berusia 27 tahun tersebut ditetapkan menjadi tersangka, usai terbukti positif memakai amfetamin.
Penangkapan Medina pun membuat publik geger, apalagi ia masih menyusui anaknya yang berusia sekitar 3 bulan. Polisi pun melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Medina dan hasil asesmennya telah keluar. Berdasarkan hasil asesmen tersebut, Medina belum lama memakai zat amfetamin sehingga tak ditahan.
Namun polisi mengirim Medina untuk menjalani rehabilitasi selama 3 bulan di Lemdikpol Pasar Jumat, Jakarta Selatan. Rencananya, adik ipar Ayu Azhari tersebut sudah mulai menjalani rehabilitasi pada hari ini, Jumat (3/1).
"Untuk MZ (Medina) tidak bisa terdeteksi karena penggunaannya belum begitu lama," ujar Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya di Polda Metro Jaya pada Jumat (3/1). "Tapi nanti lihat situasi yang ada, apa bertambah atau berkurang (masa rehabilitasi Medina) tergantung dengan tim di sana."
Lebih lanjut, polisi juga mengatakan bahwa Medina akan menjalani rawat inap selama direhabilitasi. Polisi pun mengatakan bahwa Medina sudah mengaku menggunakan narkoba untuk penyakit bipolarnya. Namun kandungan amfetamin dalam obat yang dipakai Medina tetap melanggar hukum.
"Rehabnya rawat inap, nanti akan masuk ke bagian rehabilitasi di Lemdikpol," sambung Kombes Pol Yusri. "Karena emang positif dari pengakuan awal yang bersangkutan menderita penyakit bipolar, tapi yang namanya narkoba ya narkoba."
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Medina juga membenarkan bahwa ia mengidap penyakit bipolar karena faktor genetik sejak tahun 2016 lalu. Medina pun meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatannya.
"Memang ada satu obat yang saya gunakan atas izin dokter itu mengandung narkoba. Golongan berapa, saya lupa," ungkap Medina sambil terbata-bata di Polda Metro Jaya. "Saya mengidap bipolar dari 2016, tapi memang genetik. Saya hanya minta maaf jikalau keadaan ini, mohon didoakan supaya tidak ada lagi yang seperti ini."
(wk/evaa)