Deddy Corbuzier belakangan ini sibuk menjadi seorang Youtuber. Nasib malang datang kepada Deddy, konten yang seharusnya milik dirinya telah dicuri perusahaan lain.
- Wahyu
- Kamis, 27 Februari 2020 - 09:57 WIB
WowKeren - Presenter sekaligus YouTuber Deddy Corbuzier merasa geram akibat konten dari podcast YouTube-nya yang telah dicuri oleh salah satu website. Dalam unggahannya pada Selasa (25/2) kemarin, Deddy membagikan screenshot di laman Instagram miliknya. Terlihat percakapan antara dirinya dengan pihak Wave Suara.
Hal ini bermula dari tidak adanya kerjasama antara kedua belah pihak, namun Wave Suara justru mengambil konten original milik Deddy. Wave Suara sendiri merupakan anak perusahaan podcast asal Vietnam. Wave Suara sendiri mengaku sudah menghapus konten tersebut dari website.
Tak terima dengan pernyataan Wave Suara, Deddy tetap protes lantaran konten tersebut masih berada di website itu. Dengan jawaban yang sedikit menyindir, Deddy mengatakan bahwa mereka memulai usaha dengan mencuri konten orang lain.
"Saya rasa itu company dari Vietnam kalau nggak salah. Tapi buat di Indonesia dan beberapa bulan yang lalu saya juga baru tau, sempat dihubungi manager saya untuk membeli konten saya," kata Deddy di kawasan Senayan Jakarta Pusat pada Rabu (26/2) dilansir dari Kompas.com.
“Tidak ada kesepakatan deal antara manajemen saya dengan mereka. Tapi konten saya terus diunggah di Spotify, Apple Music milik mereka. Ini pencurian,” lanjut pria berusia 43 tahun itu.
Terlebih lagi, Deddy mengaku sangat dirugikan dari kejadian ini. Ia menyebutkan dari segi pemasukan, bahkan yang didapat tidak sebesar biasanya. Sebab menurut Deddy, penonton yang terbiasa menonton podcast di YouTube pribadinya menjadi berkurang dan terpecah ke platform milik Wave Suara.
“Belakangan penontonnya berkurang, oh ternyata kepecah ke Spotify dan Apple Music, yang mecah perusahaan ini. Berarti saya dirugikan dong, penonton saya dikit, mereka dapat penonton. Kalau berbicara uang, artinya dia men-demotize YouTube saya,” ungkap mantan suami Kalina Oktarani itu.
Tak hanya itu saja, Deddy juga mengungkap ada kerugian lainnya. Ada beberapa konten yang memang tak ingin ditayangkan di tempat lain oleh dirinya. Contohnya adalah konten politik yang ditampilkan dengan time code. Sebab, Deddy tidak ingin ada bagian yang terpotong.
"Kalau ini diambil dan dimasukkan suara saja, artinya bisa dipotong oleh mereka. Saya merasa dirugikan karena tidak bisa mengontrol konten saya sendiri,” tutupnya.
(wk/wahy)