Sudah Habiskan Rp 7 T, Miliarder Michael Bloomberg Putuskan Mundur Dari Pilpres AS
Getty Images
Dunia

Michael Bloomberg sudah bertekad untuk 'menyingkirkan' Donald Trump dari Gedung Putih. Namun baru beberapa waktu menjalani masa kampanye, Bloomberg justru memutuskan untuk mundur.

WowKeren - Bos media Michael Bloomberg menjadi salah satu sosok yang digadang-gadang ikut memperebutkan singgasana di Gedung Putih. Praktis Bloomberg harus bersaing dengan beberapa nama, seperti Presiden petahana Amerika Serikat Donald Trump.

Namun belum sampai masa pertarungan itu digelar, sang miliarder justru mengumumkan mundur. Padahal saat ini pemilihan Calon Presiden baru memasuki tahap pemilihan pendahuluan atau primary di internal Partai Demokrat.

"Saya mencalonkan diri untuk mengalahkan Donald Trump. Hari ini saya mengakhiri masa kampanye saya juga untuk mengalahkan Donald Trump," ujar Bloomberg di Hotel Sheraton, New York, Rabu (4/3) siang waktu setempat. "Jika saya tetap melanjutkan kampanye, tujuan kita bersama akan semakin sulit tercapai."

Sebagai ganti atas kemundurannya, mantan Wali Kota New York itu pun mengaku siap mendukung pencalonan mantan Wakil Presiden Joe Biden. "Sangat jelas kandidat yang dapat mengalahkan Trump adalah teman saya, Joe Biden," tegas Bloomberg, dilansir dari Politico, Kamis (5/3).


Pengunduran dirinya ini jelas menarik perhatian banyak orang. Apalagi orang terkaya nomer sembilan di dunia versi Majalah Forbes itu sudah menggelontorkan biaya besar untuk berkampanye.

Tak main-main, konglomerat yang awalnya berprofesi sebagai bankir Wall Street itu sampai merogoh kocek pribadinya sebesar USD 500 juta atau setara Rp 7,08 triliun. Sebuah nilai yang wajar mengingat selama ini Bloomberg fokus berkampanye lewat iklan media massa dan media sosial di negara-negara bagian dengan jumlah delegasi besar.

Dikutip dari Kompas, jumlah iklan yang dibelanjakan Bloomberg selama ini hampir menyamai total biaya kampanye empat pesaingnya. Keempatnya adalah Biden, Senator Vermont Bernie Sanders, Senator Massachusetts Elizabeth Warren, dan mantan Wali Kota South Ben Pete Buttigieg.

Sayangnya kampanye besar-besaran itu tak diikuti dengan hasil signifikan. Sebab Bloomberg dilaporkan hanya berhasil meraup kemenangan di satu wilayah pada hari pemilihan "Super Tuesday", itu pun bukan di negara bagian yang menjadi target utama kampanyenya.

Namun pengunduran dirinya ini tak lepas dari desakan banyak pihak internal Partai Demokrat. Sebab mereka khawatir suara Biden sebagai jagoan Demokrat akan terpecah, apalagi karena Bloomberg juga menganut paham politik yang sama.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait