Arab Saudi menangguhkan pelaksanaan ibadah Umrah, bahkan untuk warga negaranya sendiri, pasca wabah virus Corona makin mengganas. Kini beredar isu penangguhan itu dilakukan selama setahun ke depan.
- Elvariza Opita
- Kamis, 05 Maret 2020 - 16:35 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona masih menjadi momok menakutkan bagi banyak orang di penjuru dunia. Pasalnya hingga dua bulan sejak wabah pertama kali merebak, penyakit ini masih belum menemukan "lawan yang sepadan".
Wabah ini pun mempengaruhi sejumlah aspek kehidupan, termasuk keagamaan. Salah satu contohnya adalah penangguhan visa Umrah oleh pemerintah Arab Saudi.
Kebijakan ini sejatinya sudah disampaikan oleh pemerintah setempat sejak pekan lalu. Namun baru-baru ini sebuah isu baru beredar viral di kalangan masyarakat.
Isu itu menyebut Pemerintah Arab Saudi berencana untuk menangguhkan pelaksanaan Umrah sepanjang tahun 2020. Salah satu yang mengutip informasi tersebut adalah laman www.channelnewsasia.com.
Menanggapinya, pihak Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, membantah tegas isu tersebut. Ia menegaskan pihak Arab Saudi belum menerbitkan kebijakan baru, termasuk soal masa berlaku penangguhan penerbitan visa Umrah. Kendati demikian, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Direktur Urusan Travel Umrah Saudi, Abdurrahman Al Segaf yang memastikan bahwa berita itu tidak benar.
"KUH (Kantor Urusan Haji) KJRI Jeddah sudah berkoordinasi dengan Abdurrahman Al Segaf. Dia mengatakan bahwa informasi tentang penutupan Umrah selama setahun di 2020 itu tidak benar," ujar Endang, Kamis (5/3).
Namun apabila benar demikian, bagaimana nasib ibadah Haji? Rupanya pihak KJRI Jeddah pun telah mengonfirmasi hal tersebut kepada otoritas terkait.
"Demikian juga terkait pelaksanaan haji tahun ini. Persiapan terus berjalan," jelas Endang, dilansir dari Kompas. "Sampai saat ini belum ada keputusan terkait dibatalkannya pelaksanaan haji dari Saudi."
Hal senada juga disampaikan oleh Pembantu Staf Teknis Haji (STH) I KUH KJRI Jeddah, Amin Handoyo. Amin mengaku telah berkoordinasi dengan otoritas terkait dan memastikan penundaan Umrah selama setahun itu tidak benar adanya.
"Saya konfirmasi ke call center dan ada penjelasan bahwa berita penundaan 1 tahun itu tidak benar," tegasnya. "Pengumuman yang benar adalah bahwa penangguhan itu bersifat sementara sampai batas yang akan diumumkan kemudian. Untuk perkembangannya bisa dipantau melalui Twitter Kementerian Haji dan Umrah."
(wk/elva)