Pengawasan orangtua sangat diperlukan dalam masa tumbuh kembang anak. Salah satu hal yang bisa dilakukan para orangtua adalah dengan mengenali tanda-tanda kelainan mental pada anak seperti berikut ini.
- Eva Lestari
- Senin, 09 Maret 2020 - 11:37 WIB
WowKeren - Belakangan ini publik dihebohkan dengan kasus pembunuhan balita yang dilakukan oleh ABG berusia 15 tahun. Mirisnya, ABG tersebut mengaku puas dan tidak menyesal atas pembunuhan yang dilakukannya.
Karena itulah polisi menduga jika pelaku menderita gangguan kejiwaan. Apalagi pelaku melakukan pembunuhan itu karena terinspirasi dari film "Chucky" dan "Slender Man".
Berkaca dari kejadian ini, peran orangtua memang sangat diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Orangtua sebaiknya tidak lengah dan lebih memahami anak-anak mereka. Salah satunya adalah dengan mengenali tanda-tanda kelainan mental pada anak seperti berikut ini.
(wk/eval)1. Jangan Diabaikan Jika Anak Memiliki Tanda-Tanda Psikopat dan Gangguan Mental Seperti Ini
Psikopat adalah perilaku yang paling berbahaya dalam gangguan jiwa atau kesehatan mental. Para psikopat biasanya tipe antisosial karena beranggapan bahwa hal itu bisa menimbulkan kerugian dan ketakutan di masyarakat. Di tengah masyarakat, psikopat kerap dianggap sebagai pelaku kriminal dan menimbulkan masalah besar.
Orang yang memiliki gangguan mental ini biasanya tidak memiliki rasa empati. Karena itulah jika orangtua mendapati anak menunjukkan perilaku seperti ini, sebaiknya jangan sekali-kali diabaikan. Rangkul dia dan tangani dengan serius agar bisa hidup dengan normal.
2. Anak Sering Alami Perubahan Perilaku dan Mood? Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Itu Tanda Gangguan Mental
Di antara tanda kelainan mental adalah munculnya gangguan bipolar. Hal ini ditandai dengan perubahan perilaku dan mood yang berlangsung drastis tanpa ada alasan yang kuat. Saat mengalami gangguan ini, anak bisa terlalu gembira lalu tiba-tiba berubah jadi terlalu sedih, hingga depresi dan ingin bunuh diri tanpa alasan yang pasti.
Waspadai juga anak yang cenderung menjadi kasar, sering bertengkar, menggunakan senjata atau bahkan mengatakan perkataan yang sering menyakiti orang lain. Karena itulah beri perhatian lebih pada anak yang mudah marah dan frustasi pada orang lain.
3. Kenali Tanda Anak Alami Kelainan Mental, Salah Satu Cirinya Adalah Sindrom Gender
Sindrom gender bisa menyebabkan banyak anak remaja mengalami penyimpangan. Meskipun sulit terlihat, gangguan gender dan seksual bisa muncul sejak kecil atau sejak awal anak-anak bersosialisasi.
Hal ini bisa cukup berbahaya sebab anak bisa bertindak di luar batas apabila gangguannya semakin parah seiring dengan bertumbuhnya usia. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memperhatikan lingkungan bergaul atau bermain anak. Orangtua juga sebaiknya tidak langsung menyalahkan anak jika memiliki indikasi tersebut, sebab yang mereka butuhkan adalah perhatian bukan penghakiman.
4. Autisme, Tanda Kelainan Mental Pada Anak yang Tidak Boleh Diabaikan
Autisme dikenal sebagai gangguan perkembangan serius yang mengganggu kemampuan untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Karena itulah anak yang mengalami masalah ini akan kesulitan untuk bersosialisasi, bertingkah laku bahkan berbicara.
Anak-anak autisme cenderung memilih sibuk dengan dunianya sendiri dan fokus pada hal yang mereka sukai. Ada beberapa gejala yang ditunjukkan, seperti marah, menangis dan tertawa tanpa alasan yang jelas. Menyukai atau mengkonsumsi makanan tertentu, melakukan tindakan tertentu secara berulang, memiliki bahasa atau gerakan tubuh yang cenderung kaku dan sebagainya.
Jika anak menunjukkan gejala seperti itu, sebaiknya biasakan berbicara dengan kalimat yang singkat, jelas dan perlahan. Beri mereka waktu untuk memahami perkataan Anda dan jika perlu iringi perkataan Anda dengan gerakan tubuh yang sederhana.
5. Jarang Disadari, Gangguan Makan Bisa Jadi Tanda Kelainan Mental Pada Anak
Beberapa anak cenderung tidak mau atau menolak mengkonsumsi makanan tertentu. Dalam beberapa kasus, porsi makan yang dihabiskan seorang anak bisa lebih sedikit dibandingkan anak-anak yang lain. Menanggapi perilaku anak yang seperti ini, tidak sedikit orangtua yang mengabaikan atau menyepelekannya.
Gangguan tersebut berbeda dengan anak yang sedang tidak nafsu makan. Sebab umumnya mereka hanya mempermainkan makanan, sulit mengunyah atau membuang makanan ketika disuapi. Karena itulah orangtua sebaiknya lebih mawas dan mengenali gangguan makan pada anak, bisa membahayakan atau tidak. Kalau perlu, buat makanan dengan sekreatif mungkin agar anak mau mengkonsumsinya.
6. Hati-Hati, Rasa Cemas Berlebihan Pada Anak Bisa Menjadi Tanda Kelainan Mental
Perasaan cemas memang wajar dialami oleh seorang anak. Apalagi jika mereka mencemaskan hal-hal yang belum mereka ketahui. Karena itulah, merupakan hal yang baik jika anak lebih waspada dan memiliki kecemasan.
Tapi beda halnya jika anak memiliki kecemasan berlebihan yang ekstrim. Sebab hal ini sudah masuk ke dalam tahap gangguan mental. Terutama jika anak tersebut mengkhawatirkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada atau tidak terjadi. Gangguan ini sendiri biasanya disebabkan oleh faktor genetik hingga trauma berat yang akhirnya membuat mereka ketakutan.
7. Diseleksia, Salah Satu Tanda Kelainan Mental Pada Anak yang Harus Diperhatikan
Diseleksia adalah gangguan yang dialami anak-anak ketika mereka tidak dapat membaca atau kesulitan untuk menuliskan huruf secara teratur dan berurutan. Pola ini bisa terlihat saat mereka tidak dapat membedakan atau membaca susunan huruf dengan benar meski usianya sudah beranjak dewasa.
Anak diseleksia biasanya akan mengalami keterlambatan atau seringkali salah dalam membaca dan bertutur kata. Gangguan ini bukan berarti mereka bodoh atau mengalami penyakit fisik, tapi karena informasi yang diterima oleh otak sedikit berbeda. Karena itulah, jika hal ini terjadi pada anak peran orangtua sangat diperlukan. Sebaiknya orangtua terus mengajari anak dan mendidiknya secara perlahan.
8. ADHD, Ciri Kelainan Mental yang Bisa Bahayakan Anak
ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah ciri lain yang dimiliki anak jika mengalami kelainan mental. Di Indonesia sendiri, penyakit ini sering disebut dengan GPPH atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas.
Gangguan ini bersifat neurobihavioral, di mana anak akan sulit untuk diatur dan terkesan tidak peduli dengan nasihat orang di sekitarnya. Selain itu, mereka juga sulit untuk fokus pada satu hal. Jika dibiarkan secara berlarut-larut, anak bisa mengalami rendah diri, memiliki hubungan yang bermasalah dan kesulitan di sekolah atau pekerjaan. Meski penyakit ini tidak dapat disembuhkan, perawatan akan sangat membantu.
Demikian delapan tanda jika anak mengalami gangguan mental. Simak juga artikel ini untuk mengatasi anak yang kecanduan gadget. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini jika ingin berlibur dengan anak, biar seru dan menyenangkan.