Organisasi Kesehatan Dunia (WHO mengingatkan masyarakat untuk segera mencuci tangan usai memegang uang tunai. Pasalnya, uang bisa menjadi media penyaluran virus corona (COVID-19).
- Nidya Putri
- Senin, 09 Maret 2020 - 14:25 WIB
WowKeren - Penyebara virus corona (COVID-19) yang terhitung cepat tiap harinya membuat sejumlah orang khawatir. Tak sedikit pula yang menggalangkan kampanye untuk menjaga kebersihan diri sendiri agar tak tertular virus yang telah memakan ribuan korban jiwa tersebut.
Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun meminta agar semua orang segera mencuci tangan dengan sabun usai memegang uang tunai. Pasalnya, ada kemungkinan virus COVID-19 bisa berpindah melalui media uang tunai.
"Uang tunai sering berpindah tangan, dan di sana (uang kertas) bisa jadi sarang berbagai bakteri dan virus," kata juru bicara WHO seperti dilansir New York Post, Minggu (8/3). "Kami menyarankan semua orang untuk segera mencuci tangan setelah memegang uang kertas dan jangan menyentuh wajah."
Pengawas kesehatan internasional menambahkan sebisa mungkin masyarakat menggunakan pembayaran nontunai. Namun, WHO mengklarifikasi bahwa hal ini bukan untuk menyarankan orang untuk menghentikan pemakaian uang kertas.
"WHO tidak mengatakan uang kertas dapat menularkan COVID-19, kami juga belum mengeluarkan peringatan atau pernyataan tentang ini," kata juru bicara WHO Fadela Chaib. "Kami ditanya apakah uang kertas dapat menularkan COVID-19, dan kami mengatakan bahwa semua orang harus mencuci tangan setelah memegang uang, terutama jika memegang atau akan makan."
Terkait kekhawatiran tentang penyebaran virus corona melalui uang kertas sendiri membuat museum Louvre di Paris tidak lagi menerima pembayaran dengan uang tunai selama wabah. Pihak museum hanya menerima pembayaran kartu kredit sebagai bagian dari upaya untuk melindungi staf dari pengunjung yang mungkin terinfeksi.
Sementara itu, Bank Sentral Korea Selatan juga mengumumkan akan menghentikan sirkulasi uang kertas selama dua minggu untuk membatasi penyebaran virus.Kekhawatiran atas kemungkinan kontaminasi melalui uang tunai datang karena virus telah menyebar ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Virus ini telah menginfeksi lebih dari 110.000 orang dan menewaskan lebih dari 3.800 orang di seluruh dunia.
(wk/nidy)