Setelah king kobra miliknya viral, Panji Petualang mendapatkan banyak penggemar yang tertarik dengan ular tersebut. Sempat menuai protes, Panji mengaku saat ini telah melepaskan king kobra tersebut ke alam liar.
- Wahyu
- Jumat, 13 Maret 2020 - 10:27 WIB
WowKeren - Panji Petualang mengaku telah melepaskan king kobra miliknya yang bernama Garaga ke alam liar. Panji sebelumnya sempat mendapat protes lantaran dituding sebagai penyebab sejumlah orang meninggal akibat gigitan ular kobra.
Panji merasa telah memberikan peringatan bahwa kontennya berbahaya. Channel YouTube milik Panji memang dipenuhi dengan konten interaksinya bersama berbagai macam ular buas yang berbahaya. Jadi, Panji enggan disalahkan dalam kasus orang meninggal akibat ular kobra tersebut.
Di sisi lain, Panji mengaku subscriber di channel YouTube-nya berkurang usai melepaskan Garaga. Banyak dari warganet yang kecewa terhadap keputusan Panji melepaskan ular jenis king kobra tersebut.
"Ya mereka banyak yang kecewa, ada beberapa yang nge-dischannel YouTube gue, karena sudah terlalu over (suka) ke Garaga," ucap Panji saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada Kamis (12/3) dilansir dari Kompas.com.
Panji mengaku habis pikir mengapa Garaga bisa viral dan mempunyai penggemar yang menyukai ular kobra itu. Ia lantas memberikan pengertian kepada netizen yang kecewa karena Garaga dilepaskan ke alam liar. Sebab pada dasarnya, Garaga merupakan hewan liar yang harus hidup di habitat aslinya.
"Gue juga bingung Garaga kok se-viral itu. Memang (Garaga) harus di alam bukan di kandang, tapi beberapa yang paham bisa mengerti," jelas Panji.
Meski begitu, Panji mengaku merahasiakan lokasi Garaga berada saat ini. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk melindungi Garaga dari orang-orang yang tak bertanggung jawab. Panji mengungkapkan bahwa beberapa bagian dari king kobra dianggap memiliki nilai ekonomis bagi yang memburunya.
"Kenapa gue rahasiakan kondisi pelepasannya. Karena jujur, king kobra itu adalah target buruan utama bagi para pemburu ilegal. Karena darahnya itu mahal, dan empedunya suka dibikin obat dan kami khawatir kalau dikasih tahu di mana malah nantinya diburu, makanya kita sembunyikan," ungkap Panji.
Lebih lanjut, Panji memiliki nilai standar sebelum menentukan tempat yang cocok untuk Garaga. Tempat yang cocok itu seperti kondisi geografis, cadangan air, makanan dan jauh dari aktivitas manusia. "Di situ ternyata semuanya clear, jadi layak untuk zona pelepasan," pungkas Panji.
(wk/wahy)