Ernest Prakasa mengungkap kerja keras di balik sebuah karya komedi. Ernest menjelaskan bahwa membuat sebuah lawakan itu sebenarnya rumit dan membutuhkan keahlian.
- Wahyu
- Selasa, 24 Maret 2020 - 11:28 WIB
WowKeren - Ernest Prakasa agaknya mulai risi dengan pendapat sebagian orang mengenai komedian, khususnya para pelaku stand up komedi. Ernest mencoba membenahi kesalahpahaman banyak orang yang menganggap komedi adalah sebuah hal mudah. Suami Meira Anastasia itu pun mencoba memberi penjelasan melalui sebuah video yang diunggahnya di Instagram.
Dalam video tersebut, Ernest mencoba memberi penjelasan dengan menggunakan contoh kasus video "DPO" milik seorang stand up komedian, Bintang Emon. "DPO" atau Dewan Perwakilan Omel-omel adalah sebuah konten milik Bintang, berisi kritik terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.
"Jadi belakangan ini gua tu lagi rajin nontonin 1 video di Instagram yang namanya 'DPO', singkatan dari Dewan Perwakilan Omel-omel. Ini ada di Instagram-nya Bintang Emon. Bintang Emon ini adalah juara satu 'SUCA 3' kalau gua nggak salah, dan juga pemeran karakter Somad dalam film 'Milly dan Mamet'," jelas Ernest di awal video yang diunggah pada Senin (23/3).
" Video Bintang ini, ketika gua ngerekam konten ini, udah ditonton lebih dari 1 juta orang di Instagram-nya dia. Padahal followers-nya 400 ribuan. Gua aja yang followers-nya 1,6 juta mau liat dapet video gua ditonton 1 juta orang itu, susahnya setengah mati, hampir nggak pernah. Jadi dengan kata lain video Bintang ini berhasil viral," sambung Ernest
Padahal konten video DPO Bintang tersebut hanya berisi dirinya yang sedang marah-marah atau ngomel-ngomel dengan ekspresi penuh emosi dan berhasil membuat orang tertawa. Ernest mengakui bahwa video tersebut mungkin hanya terlihat seperti video marah-marah biasa yang spontan dikeluarkan. Tapi sebenarnya ada usaha keras di balik pembuatan video tersebut.
"Komedi, itu sering kali misunderstood gitu, komedi itu seringkali disangka gampang. Kayak lo liat Bintang ngomel-ngomel kayaknya gampang aja gitu, kayak nggak ada beban. Padahal, that's the beauty of stand up comedy gitu. Di kita ada sebuah paham di mana 'You rehearse to seem unrehearsed'," sambung Ernest.
Ernest menjelaskan bahwa dalam membuat materi stand up dibutuhkan banyak strategi yang menuntut pengalaman dan pengetahuan luas agar bisa relatable dengan keadaan sekitar. "Dan gw rasa ini kesempatan yang tepat untuk menjelaskan, bahwa komedi itu amatlah rumit. Bahwa dibalik lelucon yang tampak sederhana, ada sebuah skill yang tidak main-main," pungkas Ernest.
(wk/wahy)