Frustrasi Akibat Pandemi Corona, Warga AS Pilih Borong Senjata Api
Dunia

Salah satu pemilik toko di AS mengklaim penjualan senjata apinya mengalami peningkatan hingga 800 persen selama pandemi. Ia menyebut kebanyakan pembelinya adalah orang-orang yang masih awam soal senjata api.

WowKeren - Lonjakan jumlah kasus positif virus corona (COVID-19) di Amerika Serikat rupanya memberikan dampak besar pada peningkatan penjualan senjata di negara tersebut. Dilansir The New York Times pada Jumat (27/3), sejumlah toko senjata api di AS bahkan melaporkan bahwa penjualan mereka meningkat selama dua pekan belakangan.

Usut punya usut, peningkatan penjualan senjata api ini rupanya berkaitan dengan kekhawatiran warga AS seiring dengan semakin bertambahnya jumlah kasus pandemi corona. Disebutkan bahwa penduduk AS takut jika terjadi gejolak sosial sebagai dampak pandemi ini, sehingga mereka berbondong-bondong membeli senjata api.

Bahkan salah satu pemilik toko di kawasan Oklahoma mengklaim kalau penjualan senjata apinya meningkat hingga 800 persen selama pandemi corona. "Penjualan kami meningkat 800 persen. Persediaan masih ada, tetapi sebentar lagi bisa habis," kata David Stone, pemilik toko senjata Dong's Guns, Ammo and Reloading di Tulsa, Oklahoma.

Bukan hanya itu saja, David Stone mengklaim kalau kebanyakan pembelinya adalah orang-orang yang masih awam soal senjata api. Bahkan mereka tak banyak memilih dan membeli jenis senjata apapun yang tersedia di toko miliknya.


Sejumlah pemilik toko senjata di AS lainnya juga mengatakan hal yang sama. Mereka menyaksikan penjualan senjata meningkat karena orang-orang khawatir jika kondisi layanan kesehatan dan ekonomi terganggu sebagai dampak virus corona maka bisa memicu gejolak di masyarakat.

"Kami punya masa yang kami sebut hari sibuk, dimana kami bisa menjual 20 sampai 25 pucuk senjata api. Sekarang kami bisa menjual sampai 150 pucuk senjata," ungkap Tiffany Teasdale, salah satu pemilik toko senjata di Washington D.C.

"Banyak orang membeli shotgun, pistol, (senapan semi otomatis) AR-15, apapun," lanjutnya. "Pembelinya lelaki, perempuan, tua, muda, semuanya beli senjata. Termasuk dari seluruh latar belakang dan ras."

Diketahui, jumlah kasus positif corona (COVID-19) di Amerika Serikat memang terus mengalami lonjakan yang signifikan. Bahkan kini, AS menjadi negara dengan jumlah pasien positif corona tertinggi di dunia, melampaui Tiongkok dan Italia.

Hingga berita ini ditulis, AS mencatatkan 85,594 kasus positif COVID-19, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 1,868 orang, serta korban meninggal yang berjumlah 1300 jiwa. Jumlah ini tentunya jauh lebih banyak dibandingkan negara Tiongkok sebagai pusat pandemi dengan 81,340 kasus maupun Italia dengan 80,589 kasus terkonfirmasi.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait