Gubernur New York Kritik Keras Perintah Trump untuk Cabut Lockdown AS: Dia Bukan Raja!
Dunia

Trump bersikeras bahwa dia dapat mengesampingkan gubernur negara bagian dan menentukan jadwal pembukaan perekonomian kembali. Menurutnya, ia memiliki otoritas total sebagai Presiden AS.

WowKeren - Amerika Serikat (AS) telah mencatatkan kasus tertinggi virus corona (COVID-19) di dunia. Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump tetap bersikukuh untuk kembali membuka lockdown negaranya demi perekonomian.

Keinginan Trump ini tentunya memicu beragam reaksi dari warga AS. Bahkan akibat pernyataan kontroversial tersebut, Trump dituduh mencari kekuasaan layaknya raja lantaran ia tak segan memberikan ancamannya kepada wewenang konstitusional untuk memaksa setiap pemerintah negara bagian agar mengikuti instruksinya.

Terkait hal ini, Gubernur New York, Andrew Cuomo, secara terbuka menyatakan bahwa ia menolak keras keinginan Trump yang dinilainya sangat tak masuk akal. "Kami tidak punya raja Trump, kami punya presiden Trump," tuturnya, dilansir CNN pada Rabu (15/4).

Andrew Cuomo juga mengklaim kalau kekuatan perekonomian California dan New York yang dipimpin oleh Demokrat akan mengumumkan rencana pembukaan mereka sendiri. Tindakan itu tidak memberikan akses bagi Trump untuk menentukan langkah (pembukaan di dua kota besar).

"Kami menolak memiliki seorang raja. George Washington itu presiden, bukan Raja Washington. Jadi, presiden tidak punya wewenang total," lanjut Cuomo. "Jika dia (Trump) memerintahkan saya untuk membuka kembali dengan cara yang membahayakan kesehatan masyarakat negara bagian saya, saya tak akan melakukannya," tegasnya.


Sebelumnya, Trump memang bersikeras bahwa dia dapat mengesampingkan gubernur negara bagian dan menentukan jadwal pembukaan perekonomian kembali. Menurut Trump, ketika seseorang menjadi presiden Amerika Serikat, maka ia memiliki otoritas total.

"Ini total. Dan para gubernur tahu itu. Mereka tidak bisa melakukan apa pun tanpa persetujuan Presiden," tegasnya dalam rapat pada Senin (13/4) malam waktu setempat. Atas sikapnya itu, dia dituduh mencari kekuatan seperti layaknya kerajaan monarki untuk mewujudkan kehendaknya.

Menjelang November nanti, pemilihan presiden AS 2020 akan sangat berat bagi Trump. Untuk itu dia sangat bersemangat dalam mengembalikan kekuatan perekonomian negaranya sesegera mungkin.

Diketahui, selama wabah berlangsung, Trump memang selalu mengandalkan perekonomian yang kuat dan mencatat pengangguran rendah demi memenangkan suaranya untuk pilpres mendatang. Meski pemerintahannya telah diguncang oleh skandal dan pemakzulan yang konstan. Namun kini, jutaan pabrik baru banyak yang macet dan partai oposisi semakin bersatu mempertanyakan kepemimpinannya.

Sejauh ini Trump telah bersikap enggan terhadap perlawanan dari pakar medis yang berpendapat bahwa relaksasi jarak sosial (social distancing) dan membiarkan orang-orang kembali bekerja sebelum waktunya akan memicu gelombang kedua virus corona. Selama berminggu-minggu, Trump dengan tiba-tiba ingin beralih pada pembukaan perekonomian kembali.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait