Lindungi Penggunanya, Google Blokir 18 Juta Email Berbahaya Terkait Corona Setiap Hari
Tekno

Menurut Google, pihaknya memang telah memblokir sebagian besar pesan-pesan berbahaya tersebut. Namun, para pengguna Gmail tetap diperingatkan akan bahaya para hackers atau peretas.

WowKeren -

Google dilaporkan memblokir 18 juta email berbahaya terkait virus corona (Covid-19) yang dikirim kepada pengguna Gmail pada pekan lalu. Selain malware dan email phishing (penipuan), Google juga turut memblokir lebih dari 240 juta pesan spam yang terkait dengan Covid-19.

Pihak Google melakukan pemindaian malware menggunakan teknologi deep learning. Ini merupakan salah satu metode pembelajaran mesin yang memungkinkan komputer untuk mempelajari tugas-tugas, metode ini juga disesuaikan dengan sifat manusia.

"Kami melihat ada 18 juta serangan malware dan email phising setiap harinya terkait dengan Covid-19," tutur Manajer Produk Gmail, Neil Kumaran, dilansir The Register pada Sabtu (18/4). "Model pembelajaran mesin kami telah dikembangkan untuk memahami dan memfilter ancaman ini."

Menurut Google, pihaknya memang telah memblokir sebagian besar pesan-pesan berbahaya tersebut. Namun, para pengguna Gmail juga diperingatkan bahwa para hackers atau peretas telah mencoba untuk "memanfaatkan rasa takut dan ketidakpastian yang muncul akibat pandemi corona". Salah satunya adalah dengan usaha penipuan yang sebenarnya bukan hal baru, namun usaha penipuan tersebut kini kerap disesuaikan dengan situasi di tengah pandemi.


Para pengguna Gmail bisa dimanfaatkan oleh peretas dalam berbagai cara. Salah satunya adalah peretas yang meniru otoritas kesehatan masyarakat seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan meminta sumbangan penipuan atau mendistribusikan malware.

Ada juga peretas yang meniru lembaga pemerintah dan memanfaatkan pemilik bisnis yang menunggu uang dari tagihan stimulus atau mencoba untuk mematuhi perintah tinggal di rumah. Oleh sebab itu, Google mengaku tengah berusaha melindungi para penggunanya dengan menempatkan pemantauan proaktif untuk malware dan phising terkait Covid-19 di seluruh sistem dan alur kerjanya.

Selain itu, Google juga menyarankan penggunanya untuk melengkapi pemeriksaan keamanan atau Security Checkup. Pengguna juga diimbau untuk tidak mengunduh file yang tidak mereka ketahui, menggunakan preview dokumen yang telah disedikan oleh Gmail (fitur ini dapat mencegah malware melakukan download otomatis), dan juga memeriksa apakah suatu link menghubungkan ke situs yang benar atau tidak.

Para pengguna juga bisa melaporkan email spam atau malware. Laporan tersebut akan membantu layanan email untuk memblokir pesan-pesan serupa ke depannya.


(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait