Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa jumlah korban tewas akan terus meningkat. Ia juga mengatakan bahwa prediksinya tersebut lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya sebanyak 100 ribu korban jiwa.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 21 April 2020 - 10:58 WIB
WowKeren - Amerika Serikat telan mencatatkan lebih dari 40 ribu kematian akibat virus corona (COVID-19). Terkait hal ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa jumlah kematian tersebut akan terus meningkat hingga menembus angka 50 ribu sampai 60 ribu.
Trump mengatakan bahwa jumlah tersebut lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya sebanyak 100 ribu korban jiwa. "Sekarang kita akan menuju 50 ribu (korban jiwa) - saya mendengar atau 60 ribu orang. Satu terlalu banyak, tetapi kita akan menuju 50 atau 60 ribu orang. Itu di bawah - lebih rendah dari proyeksi seharusnya 100 ribu orang," kata Trump dalam konferensi pers Gedung Putih hari Senin (20/4) seperti dilansir CNN.
"Jika kita tidak melakukan apa yang perlu kita lakukan, kita akan memiliki, saya pikir, satu juta korban mungkin dua juta, mungkin lebih dari itu (korban jiwa)," ujar Trump menambahkan.
Pada akhir Maret lalu pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci, memang sempat mengatakan bahwa berdasarkan model perhitungan diperkirakan ada 100 ribu kematian atau lebih karena virus corona.
Hingga saat ini AS mengatakan sudah melakukan lebih dari empat juta pengetesan virus corona, dengan total kasus terkonfirmasi di AS sebanyak 792,913 jiwa. Sebanyak 42,517 korban dinyatakan tewas dan 72,389 lainnya dikonfirmasi sembuh.
Sementara itu, sekitar 633,861 pengetesan dilakukan di New York, pusat penyebaran virus corona di AS. New York menjadi negara bagian dengan korban jiwa tertinggi mencapai 14,406 orang meninggal karena virus corona.
Gubernur New York Andrew Cuomo mengklaim telah melewati masa puncak kasus infeksi COVID-19. Hal itu ditandai dengan menurunnya kasus virus corona di New York dalam beberapa hari terakhir. "Kami sudah melewati titik tertinggi, dan semua indikasi pada titik ini adalah bahwa kami sedang turun," kata Cuomo.
"Apakah penurunan itu berlanjut atau tidak tergantung pada apa yang kita lakukan, tetapi saat ini kita sedang turun," lanjutnya.
(wk/luth)