WHO Ungkap Hampir Separuh Jumlah Korban Jiwa Covid-19 di Eropa Berasal Dari Panti Jompo
Dunia

Direktur WHO untuk Eropa, Hans Kluge, menyebut besarnya jumlah kematian yang berasal dari para penghuni panti jompo tersebut sebagai 'tragedi kemanusiaan yang tak terbayangkan'.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa hampir separuh jumlah korban jiwa virus corona (Covid-19) di Eropa merupakan penghuni Panti Jompo. Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Kamis (23/4), Direktur WHO untuk Eropa, Hans Kluge, menyebut besarnya jumlah kematian tersebut sebagai "tragedi kemanusiaan yang tak terbayangkan".

"Menurut perkiraan dari negara-negara di kawasan Eropa, hampir setengah dari mereka yang telah meninggal akibat Covid-19 merupakan penghuni fasilitas perawatan jangka panjang," ujar Kluge dilansir Daily Mail. "Ini adalah tragedi manusia yang tak terbayangkan. Untuk banyak orang yang mengalami kehilangan ini, kami ikut berduka."

Menurut Kluge, para lansia yang "lemah" juga berpeluang untuk sembuh jika merawat dengan baik. Namun, ia juga memperingatkan bahwa perawat di Panti Jompo itu kekurangan peralatan dan sering kali "kewalahan serta kurang dibayar".

Sementara itu, kematian di Panti Jompo kerap kali terlewatkan dalam statistik resmi karena minimnya tes atau pemeriksaan. Ini berarti para penghuni Panti Jompo belum dikonfirmasi terjangkit Covid-19 sebelum mereka meninggal.


Banyak negara di Eropa yang akhirnya melarang orang-orang mengunjungi Panti Jompo. Hal ini justru membuat kematian para lansia penghuni panti lebih menyedihkan karena tak ada kerabat yang bisa datang mendampingi mereka.

"Banyak lansia yang dilarang menerima kunjungan dari teman dan keluarga. Mereka tidak lagi mendapatkan dukungan emosional dan fisik yang biasanya datang dari kunjungan-kunjungan tersebut. Terkadang para penghuni Panti Jompo juga menghadapi ancaman pelecehan dan penelantaran," lanjut Kluge. "Namun yang meresahkan adalah cara fasilitas perawatan tersebut beroperasi dan bagaimana penghuni mendapat perawatan justru menyediakan jalur bagi virus untuk menyebar."

Lebih lanjut, Kluge mengatakan bahwa banyak penghuni Panti Jompo yang sangat rentan terhadap Covid-19 karena virus ini umumnya lebih berbahaya bagi orang tua. Selain itu, Kluge juga menyebut bahwa para penyandang disabilitas, termasuk penderita demensia, bisa lebih rentan terhadap virus corona karena mereka mungkin kesulitan untuk mengikuti saran kesehatan.

Kluge lantas menuntut agar para perawat di Panti Jompo diberi imbalan yang sesuai untuk jam kerja panjang nan sulit yang mereka hadapi. Ia juga menyarankan agar Panti Jompo menyiapkan bangsal atau ruang terpisah untuk pasien corona sebelum ada kasus positif yang terjadi.

"Ini berarti mencapai keseimbangan antara persyaratan penghuni dan keluarga mereka. Lalu memastikan bahwa layanan dijalankan dengan aman, serta staf dilindungi dan didukung dengan baik," papar Kluge. "Langkah-langkah ini akan membantu mengurangi penyebaran virus, dan memungkinkan Panti Jompo kembali terbuka bagi pihak keluarga dan pengunjung."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait