Usai menjalani operasi akibat penyakit kardiovaskuler yang diderita, Kim Jong Un belum juga menampakkan diri ke hadapan publik sehingga mengencangkan isu meninggalnya sang pimpinan Korut.
- Elvariza Opita
- Minggu, 26 April 2020 - 22:46 WIB
WowKeren - Kondisi kesehatan pimpinan Korea Utara Kim Jong Un terus menjadi pembicaraan panas. Bahkan warganet Indonesia pun ikut membahasnya hingga membuat nama Kim menjadi trending topic selama beberapa waktu belakangan.
Banyak yang mengisukan Kim sudah meninggal dunia pasca menjalani operasi kardiovaskuler. Rumor ini menguat lantaran Kim tak pernah terlihat di hadapan publik sejak pertengahan April 2020, dan sebagai gantinya sang adik, Kim Yo Jong lah yang sering tampil.
Menanggapi hal tersebut, negara tetangga Korea Selatan enggan berdiam diri. Baru-baru ini staf kepresidenan Korsel menyebut bahwa Kim dalam kondisi hidup dan baik-baik saja.
"Kondisi pemerintahan kami stabil," ungkap penasihat kebijakan internasional Presiden Korsel, Moon Chung In. "Kim Jong Un dalam kondisi baik."
Lebih lanjut, Moon yang bekerja untuk Presiden Moon Jae In itu menyebut Kim berada di area Wonsan sejak 13 April 2020 lalu. "Tak ada pergerakan mencurigakan selama yang kami pantau," tuturnya, dikutip dari Fox News.
Sebelumnya isu meninggalnya Kim ini juga sempat dibantah dengan bukti berupa kereta api khusus sang pimpinan tampak di wilayah Wonsan. 38 North, media yang khusus mengulas berita soal Korut, menyebut kereta tersebut sudah terlihat di Wonsan sejak 21 April 2020 kemarin.
Di sisi lain, Kim Yo Jong selaku adik kandung Kim Jong Un disebut-sebut akan menggantikan sang kakak sebagai orang nomer satu di Korut. Sosoknya praktis "menyingkirkan" sejumlah sosok seperti kakak tertua mereka hingga 2 saudara tiri yang lain.
Wacana naiknya wanita diduga berusia 31 tahun itu pun menimbulkan beragam reaksi, seperti dari pakar rezim totalitarian, Profesor Natasha Lindstaedt. Lindstaedt bahkan meyakini Kim Yo Jong akan menjadi sosok pemimpin yang jauh lebih kejam daripada Kim Jong Un.
"Sangat dimungkinkan dia akan mengambil pendekatan yang lebih kejam dari kakaknya terhadap dunia," kata Lindstaedt. "Karena level kemiskinan yang mereka alami."
(wk/elva)