Arab Saudi Longgarkan Lockdown Kecuali Kota Mekkah
Dunia

Sejak Minggu (26/4), pemerintah mulai membuka aktivitas di beberapa kota, kecuali yang dianggap masih rentan penyebaran corona. Pelonggaran masa lockdown tersebut dilakukan hingga 13 Mei mendatang.

WowKeren - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melonggarkan masa karantina wilayah alias lockdown yang diterapkan akibat adanya pandemi virus corona (COVID-19). Namun bukan di semua wilayah, pemerintah Arab mengecualikan beberapa lokasi rawan penyebaran virus corona, termasuk Kota Mekkah.

Dikutip dari The Jakarta Post pada Senin (27/4), sebelumnya Arab Saudi melakukan kebijakan lockdown atau penutupan wilayah selama 24 jam untuk menekan angka penyebaran penularan COVID-19 di negara itu. Sejak Minggu (26/4), pemerintah mulai membuka aktivitas di beberapa kota mulai pukul 09.00 pagi hingga 17.00 waktu setempat. Pelonggaran masa lockdown tersebut dilakukan hingga 13 Mei mendatang.

Sejumlah pusat perbelanjaan dan toko-toko lainnya juga diperbolehkan melakukan aktivitas perdagangan mereka selama jam-jam yang diizinkan. Meski demikian, Kota Suci Mekkah tidak termasuk dalam pelonggaran masa lockdown ini. Pasalnya, Mekkah dan sejumlah tempat lainnya di Arab Saudi tercatat sebagai wilayah yang memiliki jumlah penyebaran virus corona yang amat tinggi.

Arab Saudi sendiri menunda penyelenggaraan umrah sejak bulan lalu demi menekan penyebaran virus corona di negara mereka. Pemerintah Kerajaan juga belum mengumumkan untuk melanjutkan rencana penyelenggaraan haji yang jatuh pada Juli. Meskipun demikian, mereka meminta umat Islam di seluruh dunia untuk menunda persiapan haji.


Selain Arab Saudi, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara juga memberlakukan pelonggaran masa lockdown selama masa-masa bulan Ramadan ini. Salah satunya adalah Mesir, yang pekan lalu mengumumkan adanya pelonggaran lockdown.

Kendati melakukan pelonggaran lockdown, namun seluruh masjid akan tetap ditutup dan pertemuan keagamaan publik apa pun dilarang, seperti peraturan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama Mesir pada awal bulan Ini.

Sebelumnya, Kementerian Agama Mesir menyatakan bahwa seluruh masjid di Mesir akan kembali dibuka dan difungsikan secara normal apabila sudah tak ada lagi laporan kasus infeksi corona. Bukan hanya itu saja, Kementerian Agama Mesir juga memerintahkan untuk tidak menggelar kegiatan apapun di masjid selama Ramadan, seperti buka puasa bersama atau salat wajib dan Tarawih berjemaah.

Sebagai informasi tambahan, saat ini Arab Saudi mencatatkan sebanyak 17,522 kasus corona. Dari jumlah tersebut, ada 139 orang yang dinyatakan meninggal dunia, dengan 8,354 lainnya dikonfirmasi sembuh. Saat ini, Arab Saudi mencatatkan kasus aktif sebanyak 4,972 pasien.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait