Layanan ini diluncurkan dengan tujuan untuk membantu rumah sakit yang kewalahan menangani pasien, serta membantu melindungi orang-orang yang beresiko tinggi terjangkit virus corona.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 27 April 2020 - 16:16 WIB
WowKeren - Pada Jumat (24/4) lalu, perusahaan Layanan Ambulans Dubai meluncurkan Unit Laboratorium Bergerak yang akan menyediakan tes corona (COVID-19) di rumah bagi warga lanjut usia atau lansia dan difabel secara gratis.
Dilansir dari The Jakarta Post pada Senin (27/4), perusahaan The Dubai Corporation for Ambulance Service meluncurkan layanan tes corona di rumah dengan tujuan untuk membantu rumah sakit yang kewalahan menangani pasien akibat pandemi ini. Selain itu, layanan ini juga untuk membantu melindungi orang-orang yang beresiko tinggi terjangkit virus yang menyebar pertama kali di Wuhan tersebut.
Disebutkan bahwa ambulan Unit Laboratorium bergerak itu dilengkapi dengan unit auto-sterilisasi, pemindai termal, dan kabin penyimpanan sampel yang aman. "Dubai Corporation for Ambulance Services telah berhasil menata ulang ambulans untuk melakukan tes COVID-19 ke segmen masyarakat yang paling rentan," kata Talal Belhoul, Komisaris Jenderal untuk Jalur Keamanan dan Peradilan di Dewan Dubai.
"Mereka akan memainkan peran kunci dalam mengurangi tekanan pada rumah sakit di tengah krisis COVID-19 dan membantu melindungi orang-orang yang berisiko tinggi," lanjutnya.
Dubai sendiri memang bisa dibilang sangat tanggap dalam menghadapi pandemi virus corona ini. Bahkan, Dubai adalah satu-satunya negara uni emirat yang memberlakukan jam malam total, sementara enam anggota federasi lainnya membatasi pergerakan pada malam hari.
Dubai juga telah memberi otorisasi angkutan umum. Warga Dubai diharuskan memakai masker wajah setiap saat, dengan pelanggar harus didenda 1.000 dirham (USD 272) atau setara dengan Rp4,1 juta.
Sementara itu, saat ini Uni Emirat Arab telah mencatatkan sebanyak 10,349 kasus positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, ada 76 korban yang meninggal, dengan 1,978 pasien yang dinyatakan telah sembuh. Dengan ini, Uni Emirat Arab tercatat menangani kasus aktif sebanyak 8,295 pasien.
(wk/luth)