Sempat sarankan menyuntikkan disinfektan ke dalam tubuh untuk membunuh virus corona, Presiden AS Donald Trump kini ogah bertanggung jawab jika ada yang mencobanya.
- Ruth Meliana
- Selasa, 28 April 2020 - 12:49 WIB
WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi sorotan dunia setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial seputar pandemi virus corona (COVID-19). Pasalnya, ia menyarankan cara ekstrem terhadap warganya untuk melawan virus corona, yaitu menyuntikkan disinfektan ke dalam tubuh.
Trump memang telah mengatakan jika sarannya untuk menginjkesi tubuh dengan disinfektan hanyalah komentar sarkastis saja. Namun, hal tersebut tidak lantas membuat berbagai komentar negatif dari warga AS kepadanya menjadi hilang.
Komentar Trump itu juga memicu kecaman dan memaksa perusahaan produk-produk kebersihan serta para pejabat kesehatan AS merilis peringatan soal bahaya disinfektan jika tertelan. Sehari usai pernyataan Trump, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) bahkan merilis peringatan untuk memakai disinfektan rumah tangga secara benar dan tepat.
Dilansir dari CNN, banyak warga di negara bagian Maryland yang menanyakan efektivitas mengkonsumsi atau menyuntikkan disinfektan dalam mengobati virus corona setelah mendengar saran Trump. Gubernur Maryland, Larry Hogan mengakui kantornya cukup kewalahan lantaran menerima ratusan telepon dari warga yang penasaran.
Negara bagian Illinois juga melaporkan banyaknya panggilan telepon serupa soal suntikan disinfektan. Direktur Kesehatan Publik Illinois, Dokter Ngozi Ezike menyebut beberapa panggilan melibatkan seseorang yang menggunakan larutan berbasis detergen untuk menghilangkan sinus dan seseorang yang berkumur dengan obat kumur yang dicampur cairan pemutih untuk membunuh kuman.
Kasus keracunan disinfektan dilaporkan terjadi di negara bagian New York. Pusat Pengendalian Racun Kota New York melaporkan adanya lonjakan kasus orang-orang yang mengkonsumsi atau menelan disinfektan rumah tangga.
Dilaporkan setidaknya ada 30 kasus dalam tempo waktu 18 jam sejak komentar Trump. Sembilan kasus di antaranya terkait paparan Lysol (disinfektan rumah tangga), 10 kasus terkait cairan pemutih dan 11 kasus terkait cairan pembersih rumah tangga.
Kini, Trump kembali angkat berbicara mengenai lonjakan banyaknya kasus warga AS yang mengandalkan disinfektan secara tidak wajar untuk menyembuhkan corona. Secara tegas, Trump bahkan mengatakan tidak habis pikir kenapa warganya melakukan hal tersebut dan dia menolak bertanggung jawab ataupun disalahkan terkait saran kontroversial yang dipicunya tersebut.
“Saya tidak bisa membayangkan kenapa (banyak warga meracuni diri dengan disinfektan),” ujar Trump seperti dilansir dari CNN, Selasa (28/4). “Tidak, saya tidak bertanggung jawab (soal lonjakan orang memakai disinfektan dengan tak wajar sebagai penyembuh corona).”
Amerika Serikat sendiri hingga Selasa (28/4) telah mencatatkan 995.288 kasus COVID-19. Jumlah tersebut nyaris setara sepertiga dari total kasus global COVID-19. Amerika bahkan dilaporkan mencatat penambahan 8.128 pasien baru terinfeksi virus corona per hari.
(wk/lian)