Trump Disebut Utus Mata-Mata ke Tiongkok untuk Selidiki Sumber Virus Corona
Dunia

Disebutkan bahwa mata-mata ini ditugaskan Trump untuk mencari tahu asal mula virus corona, setelah pekan lalu Presiden AS itu mengklaim memiliki bukti kuat soal sumber pandemi ini.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mengutus mata-mata ke Tiongkok, usai mengklaim dirinya memiliki bukti bahwa virus corona (COVID-19) yang telah menginfeksi lebih dari 3 juta penduduk dunia berasal dari laboratorium di Wuhan.

Dikutip dari New York Times pada Senin (4/5), disebutkan bahwa mata-mata ini ditugaskan untuk mencari tahu asal mula virus corona yang menjadi penyebab pandemi COVID-19. Trump sendiri memang terus melakukan kritik atas manajemen penanganan wabah COVID-19 yang pertama muncul di kota Wuhan, Tiongkok.

Pekan lalu, Trump mengklaim memiliki bukti kalau virus itu berasal dari laboratorium virologi di Wuhan alih-alih bermula dari pasar hewan seperti yang selama ini diberitakan. Bahkan ia juga mengklaim kalau Tiongkok sengaja menjadikan situasi corona ini untuk menjatuhkannya di Pilpres 2020.

Trump pada Kamis (4/5) pekan lalu menyebut telah melihat bukti keterlibatan Institut Virologi Wuhan. Namun, ia tak memberikan rincian lebih lanjut soal pernyataannya itu. Pernyataan Trump ini menimbulkan spekulasi soal keberadaan laboratorium rahasia.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya terang-terangan menyatakan tidak setuju atas pernyataan kontroversial Trump yang menyebut wabah corona berasal dari lab di Wuhan. WHO menegaskan bahwa virus corona berasal dari hewan yang dijual di pasar tradisional di Wuhan, bukan rekayasa manusia.

"Kami berulang kali mendengarkan penjelasan banyak ilmuwan yang melihat urutan virus tersebut. Kami yakin bahwa asal virus ini sangat alamiah," ujar Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan.


Ryan mengatakan, sejumlah pihak perlu memahami bahwa induk dari virus corona tersebut berasal dari hewan ke manusia. Kemudian seiring dengan perkembangannya, virus ini dapat menular antarmanusia. "Tujuan dari pemahaman itu adalah agar kita dapat menerapkan tindakan pencegahan dan kesehatan masyarakat yang diperlukan untuk mencegah hal itu terjadi lagi di mana saja," ujar Ryan.

WHO juga pernah menegaskan bahwa masih sulit mengidentifikasi secara tepat dari mana asal pandemi ini. Kendati demikian, bukti-bukti yang didapat menunjukkan bahwa virus ini berasal dari kelelawar, alih-alih hasil rekayasa laboratorium di Wuhan sebagaimana rumor yang berkembang.

"Pada tahap ini, sangat tidak mungkin untuk menentukan secara tepat asal muasal virus yang menyebabkan pandemi COVID-19. Kendati demikian, semua bukti-bukti menunjukkan virus tersebut berasal dari hewan dan tidak dimanipulasi atau dibuat. Virus itu kemungkinan besar dibawa oleh kelelawar," kata juru bicara WHO, Fadela Chaib.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Le Yucheng, menolak keras penyelidikan internasional soal COVID-19 yang menurutnya bertujuan menstigmakan negaranya. Apalagi sebelum proses dilaksanakan, negaranya sudah diasumsikan bersalah atau bertanggung jawab atas pandemi.

Le lantas mengatakan negaranya sangat terbuka dan jujur. Tiongkok bahkan mendukung pertukaran profesional antar-ilmuwan, termasuk pertukaran untuk meninjau serta merangkum pengalaman. Namun, Le melihat negaranya menghadapi tudingan tidak berdasar, khususnya terkait seruan penyelidikan internasional COVID-19.

"Seseorang seharusnya tidak menuduh Tiongkok terlebih dulu dan kemudian menjalankan apa yang disebut investigasi internasional hanya untuk membuat bukti. Ini adalah penyelidikan sewenang-wenang berdasarkan anggapan bersalah. Itulah yang kami lawan dengan tegas," tutur Le dalam pernyataan resminya.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait