Hingga saat ini AS sudah melakukan lebih dari tujuh juta pengetesan virus corona, dengan total kasus terkonfirmasi di AS sebanyak 1,188,122 jiwa, dengan 68 ribu korban dinyatakan tewas.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 04 Mei 2020 - 12:56 WIB
WowKeren - Amerika Serikat telan mencatatkan lebih dari 68 ribu kematian akibat virus corona (COVID-19). Terkait hal ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa jumlah kematian tersebut akan terus meningkat hingga menembus angka 100 ribu jiwa.
Hal ini diucapkan oleh Presiden berusia 73 tahun tersebut dalam sebuah wawancara bersama Fox News di Gedung Putih pada Minggu (3/5) waktu setempat. Trump sendiri menyatakan prediksinya usai angka kematian di AS melebihi perkiraan sebelumnya, yakni 60 ribu jiwa.
"Kita akan kehilangan 75, 80 hingga 100,000 orang. Itu adalah hal yang mengerikan," kata Trump, yang pada hari Jumat (1/5) lalu mengatakan dia berharap kurang dari 100 ribu orang Amerika akan tewas akibat COVID-19.
Kendati demikian, Trump juga meyakini bahwa vaksin corona akan dikembangkan pada akhir tahun ini. "Saya pikir kita akan memiliki vaksin pada akhir tahun ini. Para dokter akan mengatakan, 'Anda seharusnya tidak mengatakan itu'," kata Trump. "Saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan. Saya pikir kita akan memiliki vaksin lebih cepat daripada nanti."
Pada akhir Maret lalu pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci, memang sempat mengatakan bahwa berdasarkan model perhitungan diperkirakan ada 100 ribu kematian atau lebih karena virus corona.
Hingga saat ini AS mengatakan sudah melakukan lebih dari tujuh juta pengetesan virus corona, dengan total kasus terkonfirmasi di AS sebanyak 1,188,122 jiwa. Sebanyak 68,598 korban dinyatakan tewas dan 178,263 lainnya dikonfirmasi sembuh.
New York menjadi negara bagian dengan korban jiwa tertinggi dan disebut sebagai pusat penyebaran corona di AS. Tercatat, jumlah kasus positif COVID-19 di New York mencapai 323,883 jiwa, dimana 24,648 orang dinyatakan meninggal dunia.
Meski demikian, gubernur New York Andrew Cuomo mengklaim telah melewati masa puncak kasus infeksi COVID-19. Hal itu ditandai dengan menurunnya kasus virus corona di New York dalam beberapa hari terakhir. "Kami sudah melewati titik tertinggi, dan semua indikasi pada titik ini adalah bahwa kami sedang turun," kata Cuomo.
(wk/luth)