Johnson & Johnson memutuskan untuk menghentikan produksi bedak bayinya di Amerika Serikat dan Kanada. Hal ini menyusul tuduhan bahan dasar bedak tersebut yang dapat memicu kanker.
- Nidya Putri
- Selasa, 26 Mei 2020 - 12:24 WIB
WowKeren - Johnson & Johnson merupakan salah satu perusahaan terkemuka yang memproduksi berbagai produk untuk bayi. Namun, baru-baru ini perusahaan besar tersebut dilaporkan menghentikan produksi bedak bayi berbahan baku talc (talek) di di Amerika Serikat (AS) dan Kanada karena tuntutan hukum yang dipicu dugaan bedak tersebut memicu kanker.
Dikutip dari CNBC, perusahaan menyatakan keputusan penghentian produksi itu dilakukan akibat menurunnya penjualan. Di sisi lain, Johnson & Johnson berkeras produknya aman bagi kesehatan.
Gugatan hukum terhadap perusahaan farmasi yang berbasis di New Jersey, AS, itu sendiri sudah berlangsung bertahun-tahun. Sedangkan terkait penurunan angka penjualan, Johnson & Johnson menyebutkan jika hal ini diakibatkan adanya kesalahan informasi (misinformasi) yang diterima masyarakat.
"Permintaan untuk bedak Johnson Johnson yang berbasis talc di Amerika Utara telah menurun karena sebagian besar perubahan dalam kebiasaan konsumen dan dipicu oleh informasi yang salah seputar keamanan produk dan rentetan iklan litigasi yang konstan," demikian bunyi rilis perusahaan tersebut.
Kekhawatiran kesehatan tentang bedak talc telah mendorong ribuan tuntutan hukum di Amerika Serikat oleh perempuan yang mengklaim bahwa asbes dalam talc menyebabkan mereka mengidap kanker. Talc adalah mineral yang struktur kimianya mirip dengan asbes, yang diketahui menyebabkan kanker.
Namun, menurut sebuat penelitian yang dipimpin oleh Pemerintah AS tidak ditemukannya bukti kuat yang menghubungkan bedak bayi dengan kanker ovarium. Studi lain yang menyelidiki kemungkinan hubungan antara bedak dan kanker memiliki hasil yang bertentangan, meskipun sebagian besar tidak menemukan hubungan.
Sementara itu, Johnson & Johnson menegaskan bahwa semua vonis terkait tuntutan hukum yang membuat klaim talc sebagai penyebab kanker, telah dibatalkan dalam pengadilan banding. Karena itu, bedak berbasis talc masih akan dijual bersama produk berbasis tepung jagung, untuk pasar global.
(wk/nidy)