Lab ITD UNAIR Tolak Sampel Uji Swab Corona Untuk Sementara, Ternyata Ini Alasannya
AP/Xinhua/Cheng Min
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Laboratorium ITD Universitas Airlangga, yang merupakan rujukan untuk pengujian sampel swab pasien Corona, dikabarkan menghentikan sementara penerimaan spesimen. Belakangan terungkap ini alasannya.

WowKeren - Belum lama ini publik dibuat heboh dengan surat edaran dari Rumah Sakit Universitas Airlangga. Pasalnya fasilitas kesehatan itu menyatakan akan membatasi sementara jumlah spesimen uji swab Corona.

Informasi ini disampaikan sendiri oleh Institute Tropical Disease (ITD) atau Lembaga Penyakit Tropis (LPT) milik Unair. Dan keputusan ini disampaikan bersamaan dengan viralnya surat edaran terkait penolakan sementara pasien Corona oleh RSUA.


Untuk sementara waktu, LPT UNAIR hanya menerima sampel baru terkait COVID-19 dari RSUA. Tentu menjadi pertanyaan besar mengapa kebijakan ini ditempuh.

Disampaikan oleh Direktur LPT UNAIR, Profesor Maria Inge Lucida, rupanya pihaknya terpaksa membatasi jumlah sampel yang masuk karena masalah sumber daya manusia. Rupanya sebagian tenaga laboratorium LPT UNAIR dikonfirmasi positif terpapar COVID-19.

"Dikarenakan tenaga laboratorium ITD UNAIR sebagian positif terpapar COVID-19 dan kapasitas laboratorium yang kami miliki terbatas, untuk sementara waktu ITD Unair hanya menerima sampel baru COVID-19 dari RSUA," tutur Prof Inge dalam keterangan resminya, dilansir dari Suara Surabaya, Rabu (27/5). "Upaya tersebut dilakukan 14 hari sejak 26 Mei 2020."

Di sisi lain, kekinian RSUA juga menghentikan sementara penerimaan pasien COVID-19. Pasalnya kini kapasitas rumah sakit sudah tak sanggup menampung pasien-pasien COVID-19.

Terkait hal tersebut, Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat UNAIR, Suko Widodo menyatakan RSUA sedang berbenah secara internal. "Bukan penutupan, tetapi penataan internal," jelas Suko dalam rilis pers yang diterima oleh WowKeren, Rabu (27/5).

Menurutnya, RSUA harus mengantisipasi dengan kemungkinan terjadinya peningkatan pasien baru COVID-19. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan mendesak agar kualitas layanan tetap terjaga.

Namun ketika dikonfirmasi perihal adanya tenaga kesehatan RSUA yang positif COVID-19, Suko hanya memberikan jawaban diplomatis. Menurutnya pemeriksaan memang dilakukan terhadap seluruh tenaga kesehatan yang bertugas.

"Pemeriksaan itu sebetulnya rutin," tegas Suko. "Tapi karena ini banyak kasus COVID-19, nakes sekalian diperiksakan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts