Buntut Cuitannya Soal Pilpres AS Dicekal, Trump Ancam Tutup Twitter cs
Reuters/Carlos Barria
Dunia

Sebelumnya, Twitter melabeli cuitan Presiden AS itu sebagai postingan 'tak berdasar'. Kekinian Trump mengancam akan menutup media sosial karena dianggap membungkam kebebasan berpendapat.

WowKeren - Belum lama ini salah satu cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilabeli "tak berdasar" alias "unsubstantiated". Cuitan Trump yang dianggap tidak berdasar itu terkait dengan pemungutan suara melalui "mail-in voting".

Lewat cuitannya, Trump menyebut ada risiko kecurangan yang besar apabila surat suara untuk Pemilihan Presiden AS dikirim lewat pos. Perihal inilah yang kemudian dianggap tak berdasar oleh Twitter, bahkan sampai membuat platform media sosial itu menyediakan utas terkait hal-hal yang dianggap "tak berdasar", mengutip dari artikel yang dirilis media-media.


Tak terima cuitannya dicekal seperti itu, konglomerat properti itu pun langsung memberikan reaksi keras. Ia bahkan dengan berani mengancam akan menutup aplikasi media sosial berlogo burung biru itu.

"Partai Republik menilai platform media sosial benar-benar membungkam suara kaum konservatif. Kami akan mengatur lebih lanjut soal ini, bahkan berpotensi menutupnya, sebelum pembungkaman pendapat ini berlanjut," cuit Trump pada Rabu (27/5) sore waktu setempat. "Kami melihat bagaimana upaya mereka (membungkam suara) dan mereka gagal pada 2016 lalu. Kami tidak akan membiarkan hal serupa terjadi di masa depan."

Menariknya, masih dari cuitannya yang mengancam Twitter dan platform media sosial lain, Trump juga kembali menyinggung perihal kecurangan Pemilu. Kembali ia menekankan bahwa pengiriman surat suara via pos berpotensi menimbulkan kecurangan dalam pemungutan suara.

Buntut Cuitannya Soal Pilpres AS Dicekal, Trump Ancam Tutup Twitter cs

Twitter

"Seperti kami tak akan membiarkan kecurangan (Pemilu) lewat pengiriman surat suara melalui pos. Bila dibiarkan, jalan untuk kecurangan akan semakin terbuka lebar. Siapa yang banyak melakukan kecurangan akan menang," tambah Trump. "Senada, media sosial pun demikian."

Warganet pun terbelah dalam menanggapi cuitan Trump ini. Sebagian setuju dengan pendapatnya, namun tak sedikit pula yang kontra. Kebanyakan yang kontra pun kemudian menyinggung bagaimana kinerja Trump selama 4 tahun menjabat sebagai presiden.

"Anda bisa memboikot platform media sosial, namun Anda tak bisa menutupnya. Ini bukan perusahaan Anda. Anda tak punya kewenangan di sana," ujar @Ch****tu memperingatkan.

"Saat ini ada 100 ribu lebih orang Amerika meninggal karena #COVID19. Dan Donald Trump lebih peduli soal cuitannya yang dilabeli tak berdasar oleh Twitter. Padahal selama ini dia juga sering menuliskan cuitan kejam untuk orang tak bersalah. Aku tak sabar menunggu hingga November," imbuh @axi*****ral.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts