Trump Akan Kerahkan Ribuan Pasukan untuk Cegah Demo Lanjutan Kematian George Floyd di Gedung Putih
Dunia

Presiden AS tersebut juga meminta gubernur negara bagian untuk mengerahkan tentara dan aparat kepolisian demi membantu mengawal aksi demo di Washington dan area sekitar Gedung Putih.

WowKeren - Kematian seorang warga sipil kulit hitam di Minneapolis, George Floyd, masih menyulut demonstrasi besar-besaran d Amerika Serikat. Terkait hal ini, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengerahkan ribuan tentara dan aparat kepolisian bersenjata lengkap untuk mencegah demo lanjutan yang berujung rusuh dan aksi penjarahan di Washington DC.

Dilaporkan bahwa sejumlah bangunan dan monumen di dekat Gedung Putih menjadi sasaran massa saat menggelar aksi demo memprotes kematian George Floyd pada Senin (1/6) waktu setempat. "Saya akan mengirim ribuan tentara bersenjata lengkap, personel militer, dan petugas penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan properti secara tidak disengaja," ujar Trump saat berbicara di Gedung Putih seperti dilansir dari CNN.

Presiden berusia 73 tahun itu juga mengatakan mengecam aksi teror setelah gelombang demonstrasi kematian George Floyd dalam sepekan terakhir di sejumlah negara bagian. Ia mengancam para demonstran akan diberi sanksi berupa hukuman pidana berat.

"Saya ingin para demonstran memperhatikan bahwa Anda akan menghadapi hukuman pidana berat dan hukuman panjang di penjara," imbuhnya.

Bukan hanya itu, Presiden dari Partai Republik tersebut juga meminta gubernur negara bagian untuk mengerahkan tentara dan aparat kepolisian demi membantu mengawal aksi demo di Washington dan area sekitar Gedung Putih.


Seperti yang diketahui, sepekan setelah kematian George Floyd gelombang protes terjadi di sejumlah negara bagian. Aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan dan aksi penjarahan sejauh ini terjadi di Minneapolis, Atlanta, San Francisco, Miami, Denver, Washington DC.

Sebagai informasi tambahan, George Floyd adalah seorang warga kulit hitam yang pekan lalu ditangkap oleh polisi Minneapolis. Ia tewas setelah dijatuhkan ke tanah kemudian lehernya dijepit menggunakan lutut.

Rekaman video yang beredar menunjukkan leher Floyd ditekan oleh petugas kepolisian Derek Chauvin selama 8 menit 46 detik. Chauvin dan ketiga rekannya kemudian dipecat dan didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga oleh departemen kehakiman. Kendati demikian, kematian Floyd masih menimbulkan demonstrasi besar-besaran di AS.

Sementara itu, hasil autopsi independen mengungkap Floyd meninggal karena sesak napas setelah tindakan pembunuhan dengan melakukan penekanan antara leher dan punggung secara berlebihan sehingga menyebabkan kurangnya aliran darah ke otak.

"Sesak napas akibat tekanan yang berkelanjutan. Dalam hasil autopsi itu juga disebutkan Floyd meninggal dunia di tempat kejadian."

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts