Orangtua Wajib Tahu! Ini 7 Penyebab Karies Gigi Pada Anak yang Harus Diwaspadai
Health

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak mengalami karies gigi. Dengan mengetahui penyebabnya, orangtua dapat melakukan beberapa langkah pencegahan agar si kecil tidak sampai mengalami kondisi tersebut.

WowKeren - Karies gigi merupakan salah satu gangguan yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatan mulut bayi dan anak-anak. Karies gigi sendiri biasanya ditandai dengan adanya satu atau lebih permukaan gigi yang busuk, hilang atau terisi di bagian gigi sulung. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak yang berusia 71 bulan atau yang lebih muda.

Jika karies gigi pada anak tidak segera diobati, ia akan memerlukan perawatan yang lebih mahal, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, nyeri hingga infeksi yang bisa mengancam jiwa. Karena itulah penting untuk mencegah anak mengalami karies gigi dengan membiasakan mereka menerapkan pola hidup yang lebih sehat.


Untuk itu, orangtua perlu mengetahui apa saja penyebab karies gigi pada anak agar bisa dihindari sedini mungkin. Apa Anda penasaran apa saja itu? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

(wk/eval)

1. Jarang Sikat Gigi


Jarang Sikat Gigi

Bakteri, asam, sisa-sisa makanan dan air liur akan menjadi plak yang melekat pada gigi. Jika terus dibiarkan, asam dalam plak tersebut akan melarutkan permukaan gigi sehingga membuat gigi cepat menghitam, membusuk dan berlubang. Karena itulah penting bagi orangtua untuk membiasakan anak rutin menyikat gigi sejak dini agar bisa menghindari berbagai masalah tersebut.

Sebaiknya beri contoh pada si kecil dan ajarkan mereka rajin menyikat gigi minimal dua kali sehari, setiap pagi setelah makan dan malam hari sebelum tidur. Jika mereka kesulitan, sebaiknya bantu dan dampingi si kecil sampai mereka bisa melakukannya dengan baik.

Agar si kecil lebih termotivasi, belikan mereka sikat gigi yang memiliki karakter menarik dengan bulu sikat yang lembut dan gagang yang mudah digenggam. Anda juga bisa menggunakan pasta gigi khusus anak yang biasanya memiliki rasa buah-buahan agar mereka lebih tertarik.

2. Terbiasa Minum Susu dengan Botol


Terbiasa Minum Susu dengan Botol

Anak-anak terutama bayi dan balita akan sangat sulit untuk berhenti minum susu dari botol atau sippy cup. Padahal jika kebiasaan ini terus dibiarkan, anak-anak akan mengalami karies gigi. Saat minum susu menggunakan botol, tak jarang si kecil sampai ketiduran. Dan tanpa disadari, sisa susu dan gula yang bersarang di sela-sela gigi akan menjadi target bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang.

Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, bakteri akan membentuk plak sehingga menghasilkan asam yang mengikis lapisan enamel gigi. Gabungan dari plak dan lapisan enamel yang perlahan mulai menghilang akan mengakibatkan gigi berlubang. Kondisi inilah yang kemudian disebut dengan karies botol. Karena itulah jika sudah cukup besar, sebaiknya biasakan anak untuk minum dari gelas bukan botol susu.

3. Terlalu Banyak Konsumsi Makanan dan Minuman Manis


Terlalu Banyak Konsumsi Makanan dan Minuman Manis
Shutterstock

Jika Anda sering memberi makanan dan minuman manis pada anak, sebaiknya mulai kurangi kebiasaan ini. Anak-anak memang menyukai rasa manis, namun terlalu banyak konsumsi gula juga tidak baik untuk kesehatan gigi dan mulutnya. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa terlalu sering mengkonsumsi makanan manis akan menyebabkan gigi berlubang.

Gula yang terkandung di dalam makanan dan minuman manis akan menjadi makanan bagi bakteri untuk terus berkembang dan menghasilkan asam. Akibatnya, lapisan enamel gigi akan terkikis dan proses pembusukan akan terjadi. Kondisi ini menyebabkan munculnya lubang atau karies gigi pada anak. Karena itu, alangkah baiknya untuk membiasakan anak-anak mengkonsumsi banyak air putih atau mengganti camilan manis dengan buah-buahan yang lebih sehat.

4. Banyak Makan Permen Rasa Buah


Banyak Makan Permen Rasa Buah

Kebanyakan anak-anak menyukai permen rasa buah. Meskipun memiliki rasa buah, tetap saja permen mengandung gula yang cukup tinggi. Kandungan gula pada permen inilah yang akan menimbulkan plak dan mengikis lapisan enamel gigi secara perlahan.

Selain itu, kandungan gula di dalam permen tersebut akan sulit dibilas oleh air liur. Jadi meskipun Anda sudah mengajak si kecil untuk sikat gigi setelah makanan permen, sisa-sisa permen tersebut akan menyelip di sela-sela gigi dan menyebabkan pertumbuhan bakteri. Karena itu sebaiknya jangan memberikan banyak permen pada si kecil dan lebih baik beri mereka buah-buahan jika menginginkan permen rasa buah.

5. Makan dan Minum Sebelum Tidur


Makan dan Minum Sebelum Tidur
Shutterstock/Josep Suria

Terkadang saat si kecil rewel, orangtua akan memberikan susu atau makanan yang membuatnya cepat terlelap. Padahal kebiasaan memberikan makan dan minum pada si kecil sebelum tidur bisa membuatnya mengalami karies gigi. Ketika anak diberi botol yang diisi dengan susu, jus atau cairan lain yang mengandung gula, minuman tersebut akan terus menempel di gigi anak selama berjam-jam bahkan saat mereka sedang tidur.

Selain itu, mengemil biskuit atau keripik kentang sebelum tidur juga bisa menyebabkan gigi anak berlubang. Sehingga secara tidak langsung, Anda telah memberi makan bakteri penyebab pembusukan pada gigi anak. Karena itulah sebaiknya berikan mereka makan atau minum beberapa jam sebelum tidur dan selalu biasakan si kecil sikat gigi setiap malam.

6. Produksi Air Liur yang Sedikit


Produksi Air Liur yang Sedikit

Kekurangan air liur juga dapat menyebabkan karies gigi pada anak. Pasalnya air liur dapat membantu mencegah kerusakan gigi karena ia bisa membersihkan gigi dari plak dan makanan. Zat yang ada pada air liur juga dapat membantu melawan asam yang diproduksi oleh bakteri. Sehingga jika produksi air liur sangat sedikit, sisa-sisa makanan, kotoran dan bakteri akan menetap di mulut yang memicu timbulnya karies gigi.

Untuk itu, orangtua perlu memastikan agar produksi air liur anak berjalan dengan normal untuk menjaga kelembaban pada rongga mulut dan membantu mengurangi bakteri agar gigi terhindar dari pembusukan. Pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan harian si kecil dengan cukup dan hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol. Namun jika kondisi karies gigi pada anak semakin memburuk, sebaiknya bawa mereka ke dokter untuk menerima perawatan.

7. Memiliki Riwayat Asam Lambung


Memiliki Riwayat Asam Lambung

Jika si kecil memiliki riwayat penyakit asam lambung, ia lebih rentan mengalami karies gigi. Perlu diketahui bahwa refluks dapat terjadi ketika lingkaran otot antara kerongkongan dan lambung tidak dapat berfungsi dengan maksimal. Kondisi inilah yang kemudian memicu asam lambung sehingga menyebabkan makanan yang berasal dari lambung masuk kembali ke arah kerongkongan.

Ketika asam lambung naik hingga ke mulut dan mengenai gigi, secara perlahan ia akan memicu kerusakan pada bagian gigi. Hal ini disebabkan karena asam yang berada dalam kontak intim dan konstan dengan gigi dapat menghilangkan lapisan pada gigi. Jika anak mengalami asam lambung, Anda bisa memposisikan kepala anak lebih tinggi daripada tubuhnya sebagai langkah pertolongan pertama. Pastikan juga untuk tidak membuat sang buah hati makan berlebihan atau mengkonsumsi makanan yang bisa memicu asam lambung.

Demikian tujuh penyebab karies gigi pada anak yang telah tim WowKeren rangkum untuk kalian. Simak juga artikel ini untuk mengetahui beberapa tips untuk mengatasi anak yang kecanduan gadget. Selain itu, Anda juga bisa menyimak artikel ini untuk berbagai aplikasi parenting yang bisa digunakan untuk mengawasi tumbuh kembang anak.

You can share this post!

Related Posts