Gubernur New York Andrew Cuomo menjadi salah satu sosok yang mengklaim Trump seharusnya minta maaf setelah menganggap insiden polisi lukai pedemo lansia sebagai sebuah sandiwara.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 10 Juni 2020 - 18:35 WIB
WowKeren - Komentar Presiden AS Donald Trump soal insiden polisi yang mendorong demonstran lansia dalam demo kematian George Floyd kembali menimbulkan kontroversi. Pasalnya, Presiden AS tersebut menyebut insiden itu hanya sandiwara. Akibatnya, Trump didesak untuk minta maaf.
Gubernur New York Andrew Cuomo menjadi salah satu sosok yang mengklaim Trump seharusnya meminta maaf setelah menganggap insiden demonstran lansia yang terluka usai didorong pasukan polisi anti-huru hara Buffalo sebagai sebuah keadaan yang dibuat-buat. Cuomo bahkan mengatakan respons Trump dalam cuitan di akun Twitter pribadinya menunjukkan sang Presiden sebagai orang yang ceroboh dan tidak bertanggung jawab.
"Betapa ceroboh, tidak bertanggung jawab, kejam, kasarnya. Dia (Trump) harus minta maaf untuk cuitannya itu," kata Cuomo dalam konferensi pers pada Selasa (9/6) waktu setempat.
Cuomo merespons cuitan Trump dengan menyebut ucapannya sebagai suatu hal bodoh. "Apakah kamu pikir darah yang mengalir di kepalanya sebagai hal yang disengaja? Kamu lihat kepalanya membentur trotoar dan darah mengalir di trotoar," lanjut Cuomo.
Trump sendiri dalam cuitannya pada Selasa menganggap insiden seorang pedemo lansia bernama Martin Gugino yang didorong polisi sebagai sebuah tindakan palsu alias cuma sandiwara. Ia menganggap Gugino sebagai seorang agigator sayap kiri penipu.
"Saya melihat (videonya), dia terjatuh lebih keras daripada dorongan polisi. Dia ingin menipu. Bisa jadi setting-an?" kicau Trump di akun Twitternya pada Selasa (9/6).
Martin Gugino sendiri merupakan salah satu dari ribuan massa yang ikut dalam aksi protes antirasisme di AS. Insiden Gugino yang terluka usai dodorong polisi sempat terekam video dan viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Gugino yang mengenakan sweater biru mencoba mendekati pasukan polisi anti-huru hara. Ia terlihat sempat mengatakan sesuatu kepada para polisi sebelum aparat mendorongnya hingga tersungkur ke belakang dan jatuh. Usai terjatuh, tubuh Gugino terbaring dan terdiam hingga tak lama terlihat genangan darah mengucur dari sisi kanan belakang kepalanya.
(wk/luth)