Ngeri! Pemuda WNI di Australia Nyaris Dimutilasi Teman Sekamar Cuma Karena Utang
SerbaSerbi

Seorang WNI pria di Australia mengaku hampir dibunuh oleh teman sekamarnya sampai berlumuran darah. Menurut penyelidikan polisi, tindakan pelaku didasari karena tak ingin membayar utang kepada korban.

WowKeren - Seorang warga negara Indonesia (WNI) di Australia, Harry Sumantri (26) mengalami kejadian tak terduga yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Menurut pengakuan Harry, ia nyaris dibunuh oleh teman satu apartemennya, Kevin Arden (26). Kenal sejak 2017 di Australia, keduanya memutuskan untuk menyewa apartemen di Sydney, Australia.

Kejadian bermula saat Jumat (29/5), Kevin menawarkan minuman kepada Harry. Menurut Harry itu suatu hal yang tidak biasa, karena selama ini pelaku tidak pernah menawarkan minum kepadanya. Namun untuk menghargai sang teman, ia pun meminumnya.

Pasca minum tersebut, Harry langsung tertidur di kamarnya. Namun ia merasakan ada benda yang mengenai kepalanya. Setengah sadar, ia melihat ada seseorang yang memukulnya bertubi-tubi selama hampir satu menit.

Harry mencoba untuk bangun dan melihat situasi. Namun, ia belum bisa fokus diduga karena pengaruh minuman tersebut. Ia menduga ada pencuri yang masuk ke dalam apartemennya.

"Tiba-tiba gue merasa kayak dipukul di kepala, lama sekitar 1 menit, ada sekitar 20 kali hantaman di kepala, lalu kena di pelipis dan tangan patah," ungkap Harry dalam sebuah video yang diunggahnya di Instagram.

Merasa terancam, Harry pun berusaha untuk kabur dari kamarnya. Kondisi kamar yang gelap membuatnya tidak bisa melihat pelaku pemukulan kepadanya. Ia juga sempat dihalangi oleh pelaku saat akan keluar.


Saat akan keluar dari kamar, ia memegang saklar lampu dan kemudian lampu menyala. Ia pun terkejut ternyata pelaku pemukulan kepadanya adalah teman dekatnya sendiri. "Gua benar-benar kaget itu karena ternyata temen gua ini lho. Teman gua yang dua tahun ini gua kenal," katanya.

Merasa kesulitan keluar dari apartemennya karena dihadang pelaku, ia mencoba berteriak. Tetangga apartemennya seorang wanita bernama Roro lantas menghampirinya. Namun karena kondisi sudah berlumuran darah, Roro pun memanggil penghuni apartemen lainnya.

Seorang laki-laki warga negara Filipina akhirnya datang dan berusaha membantu korban untuk keluar. Ia lalu mencoba menelpon polisi dan ambulans. Harry yang berlumuran darah memilih mengumpat di apartemen Roro hingga polisi datang.

Setelah polisi datang, keduanya sempat diinterogasi hingga akhirnya keduanya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Pelaku sempat mengarang cerita bahwa dirinya yang akan dibunuh oleh Harry karena meletakan pisau di kamar mandi.

Menurut Harry, hasil kesimpulan dari berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian setempat, pelaku diduga sudah merencanakan pembunuhan tersebut. Sebab polisi menemukan sejumlah barang dekat tempat tidur pelaku seperti sarung tangan, gergaji, pemutih, plastik pembungkus.

"Item ini dipercaya digunakan untuk menghilangkan dan menyembunyikan tubuh manusia. Di sini mungkin gua bakal dimutilasi. Gila ya serem banget ya," ucap Harry tak percaya.

Motif percobaan pembunuhan ini diduga karena pelaku memiliki hutang kepada korban. Harry sendiri mengaku Arden berhutang lebih dari $ 52.000 kepadanya. Harry menceritakan bahwa Kevin Arden membutuhkan uang itu untuk untuk keperluan bisnis jual beli hand sanitizer.

(wk/lara)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait