PM Inggris Bentuk Komisi Khusus Anti-Rasisme Imbas Demo Black Lives Matter di AS
Getty Images
Dunia

PM Inggris Boris Johnson mengatakan komisi tersebut akan melihat kesetaraan di Inggris, termasuk di bidang pekerjaan, kesehatan, akademik, dan semua lapisan masyarakat secara luas.

WowKeren - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengumumkan akan membentuk komisi khusus anti-rasisme di negara monarki tersebut. Pernyataan ini disampaikan tiga pekan setelah kematian George Floyd di Minneapolis, AS yang memicu gelombang protes anti-rasisme dan demonstrasi besar-besaran Black Lives Matter.

Hal ini disampaikan Boris Johnson pada surat kabar Inggris, Daily Telegraph. Dalam keterangannya, Boris Johnson mengatakan komisi tersebut akan melihat kesetaraan di Inggris, termasuk di bidang pekerjaan, kesehatan, akademik, dan semua lapisan masyarakat secara luas.

Perdana Menteri Inggris tersebut juga menyebutkan bahwa komite baru ini akan menyelidiki diskriminasi dalam sistem pendidikan, kesehatan dan sistem peradilan pidana di semua lapisan masyarakat. Johnson juga mengklaim saat ini ada kemajuan besar dalam upaya penanganan rasisme di Inggris. Ia menuturkan saat ini sebagai saat yang tepat untuk bertindak terkait diskriminasi.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara media, Johnson mengatakan ingin mengubah narasi terkait rasisme untuk menghentikan rasa diskriminsasi terhadap etnis tertentu. "Kami menghentikan diskriminasi, kami memberantas rasisme, dan kami mulai memiliki rasa harapan yang nyata akan keberhasilan," ujar Johnson.


Diketahui, puluhan ribu orang turun ke jalanan Inggris sebagai bentuk solidaritas atas diskriminasi yang dilakukan polisi kulit putih AS hingga Floyd, seorang warga kulit hitam meninggal. Dalam sebuah demo pada Sabtu (13/6), para demonstran terlibat bentrok antara polisi London dengan kelompok sayap kanan saat menggelar gerakan Black Lives Matter.

Kelompok sayap kanan melakukan aksi unjuk rasa untuk melindungi patung-patung di sekitar Parliament Square, termasuk patung Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill. Para pedemo di Brisol merobohkan patung Edward Colton, tokoh nasional yang juga memperdagangkan orang kulit hitam sebagai budak. Patung berbahan perunggu tersebut lalu diceburkan ke laut.

Sementara itu, George Floyd sendiri adalah seorang warga kulit hitam yang pekan lalu ditangkap oleh polisi Minneapolis. Ia tewas setelah dijatuhkan ke tanah kemudian lehernya dijepit menggunakan lutut.

Rekaman video yang beredar menunjukkan leher Floyd ditekan oleh petugas kepolisian Derek Chauvin selama 8 menit 46 detik. Chauvin dan ketiga rekannya kemudian dipecat dan didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga oleh departemen kehakiman. Kendati demikian, kematian Floyd masih menimbulkan demonstrasi besar-besaran di AS.

Demonstrasi dan gerakan solidaritas untuk Floyd dan anti-rasisme secara keseluruhan bahkan turut berlangsung di sejumlah negara Eropa, Amerika Latin, hingga Asia.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait