Hotman Paris Tajir Melintir Rupanya Sempat Ingin Bunuh Diri, Berhasil Bertahan Berkat Sosok Ini
Selebriti

Hotman Paris saat ini terbilang kaya raya dan sukses, namun kenyataannya ia mengaku pernah mengalami fase-fase sulit. Bahkan Hotman Paris mengungkapkan bila dirinya pernah terpikir untuk bunuh diri.

WowKeren - Hotman Paris Hutapea dikenal sebagai salah satu pengacara kondang Indonesia. Tak heran jika ia memiliki harta kekayaan yang berlimpah. Hotman belum lama ini berkomunikasi dengan Ustad Abdul Somad atau yang kerap disapa UAS.

Dalam diskusi tersebut, UAS memberikan beberapa pertanyaan kepada pengacara kondang tersebut. Salah satu cerita yang diungkap Hotman Paris adalah seputar perjalaan kariernya.


Hotman Paris saat ini terbilang kaya raya dan sukses, namun kenyataannya ia mengaku pernah mengalami fase-fase sulit. Bahkan Hotman Paris mengungkapkan bila dirinya pernah terpikir untuk bunuh diri.

"Yang tersulit pernah saya alami, saya pernah mau bunuh diri waktu saya dari kantor pengacara internasional Adnan Buyung oleh Profesor Subekti waktu itu yang menulis KUHAP Perdata saya diminta masuk ke bank Indonesia tanpa testing dan saya masuk," ungkap Hotman Paris.

"Gubernur Bank Indonesia yang sekarang adalah teman seangkatan sama saya. Tapi pada saat itu saya melihat saya tidak punya masa depan di sana, enggak bisa kaya pak di sana," lanjut Hotman.

Keinginan untuk mengakhiri hidupnya bukan tanpa alasan. Hotman pada saat itu mengaku sangat frustrasi lantaran harus bekerja untuk sesuatu yang bukan bidangnya sama sekali. Hal ini membuatnya mengalami stres hingga memiliki pikiran bunuh diri.

"Saya sarjana hukum disuruh belajar hitung dagang, neraca, memang namanya bank kan. Di situlah saya menjadi pesimis karena terus-terusan stres hari demi hari akhirnya hampir waktu itu minum baygon," ucapnya.

Namun, Hotman Paris mengaku mengurungkan niatnya karena diselamatkan oleh satu sosok yang tak terduga yakni seorang tukang becak. Tanpa diduga kehadiran para penarik becak menjadi titik balik kehidupan Hotman Paris.

"Tapi saat mau minum baygon tiba-tiba saya mendengar tukang becak di depan rumah yang sedang bermain gaple bisa ketawa-ketawa. Di situlah saya sadar tukang becak bisa ketawa-ketawa sedangkan saya pegawai Bank Indonesia, sarjana hukum mau bunuh diri," lanjutnya.

"Sejak saat itulah saya bertekad bahwa I do it, saya harus pilih pekerjaan yang saya suka," lanjutnya. "Dan I will do it maximum way dan berhasil."

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts