Kampanye Sepi, Trump Jadi Olok-Olokan Seleb Hollywood Hingga Tokoh Publik
PA Images
Dunia

Kampanye pemilu yang digelar Trump di Tusla ini awalnya ditargetkan dihadiri oleh 100 ribu orang. Namun, faktanya di lapangan, massa yang turun tak lebih dari 19 ribu orang.

WowKeren - Kampanye jelang Pemilu AS yang digelar Donald Trump di Tulsa, Oklahoma, pada Sabtu (20/6) lalu berlangsung sepi. Pasalnya, dari target 100 ribu pendukung, massa yang datang justru tak lebih dari 19 ribu orang.

Terkait sepinya kampanye Trump ini, sejumlah selebriti maupun tokoh publik rupanya tak segan menyindir Trump secara terang-terangan. Mereka mengolok-olok Presiden berusia 74 tahun tersebut yang gagal menarik massa.

Pink menjadi salah satu selebriti yang dengan terbuka melayangkan sindiran pada Trump melalui media sosial miliknya. Pelantun "Just Give Me a Reason" bahkan menyebut bahwa ia bisa membuat pendukungnya memadati BOK Center yang menjadi lokasi kampanye dalam waktu lima menit jika ia menggelar konser di sana. Tak hanya itu, Pink juga mengungkapkan rasa herannya karena kampanye ini mengundang banyak orang sementara pandemi virus corona (COVID-19) belum berlalu.

"Saya pikir saya dapat membuat penuh tempat yang sama dalam lima menit saja," olok pelantun "Try" ini di akun Twitter seraya menyematkan tagar #donkeyshow. "Jangan menyakiti orang-orang yang mencintaimu. Aku tidak akan pernah meminta orang-orang datang ke sana. Tak ada orang baik yang melakukan itu," kicaunya lagi.

Sedangkan tokoh publik lain yang turut melontarkan sindiran pada Trump di antaranya adalah Astead Wesley, Ted Lieu, David Cicilline, Meghan McCain, Chloe Flower, Connie Schultz, Joy Reid, Dan Rather, dan masih banyak lagi.


Sementara itu, Mercedes Schlapp selaku pembantu kampanye senior Trump mengatakan bahwa para pengunjuk rasa menjadi penyebab sepinya kampanye Trump. Ia menyebut para demonstran itu membuat pendukung Trump khawatir untuk datang ke lokasi kampanye.

"Ada beberapa faktor yang terlibat, seperti mereka mengkhawatirkan para pemrotes yang datang. Ada pemrotes yang memblokir (peserta)," kata Schlapp. "Jadi kami melihat bahwa ada dampak dalam hal orang yang datang ke rapat umum."

"Para pemrotes bahkan memblokir akses ke detektor logam, yang mencegah orang untuk masuk," tuding Schlapp. Namun seakan berbanding terbalik dengan klaim Schlapp, wartawan di lapangan mengatakan mereka tidak melihat masalah bagi pendukung yang mencoba masuk ke lokasi kampanye.

Di sisi lain, aksi Trump yang tetap menggelar kampanye di Tusla ini sebenarnya menimbulkan kontroversi di kalangan publik. Sejumlah pihak khawatir pengumpulan massa bisa meningkatkan risiko penularan virus corona yang terus mengalami kenaikan signifikan.

Namun Presiden berusia 74 tahun itu bahkan tak menggubris masukan ahli kesehatan dan media Oklahoma soal protokol kesehatan semasa kampanye. Bukan hanya itu saja, dalam kicauannya di Twitter pekan lalu, Trump bahkan mengklaim bahwa hampir satu juta orang ingin mengikuti kampanyenya di Tulsa.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait