Tak Cuma Pasien Corona Gejala Berat, OTG Juga Bisa Alami Kerusakan Paru Permanen
Health
Pandemi Virus Corona

Tidak hanya menyerang pasien virus corona dengan gejala berat saja, orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 juga bisa mengalami dampak fatal kerusakan paru-paru permanen.

WowKeren - Dampak dan gejala fatal virus corona (COVID-19) tidak hanya menyerang orang-orang yang rentan saja. Penelitian terbaru mengungkapkan jika virus asal Wuhan, Tiongkok ini dapat menimbulkan dampak fatal bagi orang tanpa gejala (OTG) COVID-19.

Gejala yang dialami setiap pasien virus corona pun berbeda-beda. Sebagian besar bisa selamat tanpa perawatan rumah sakit dan hanya menunjukkan gejala ringan, sedangkan pasien lainnya dapat memiliki gejala yang begitu buruk sehingga butuh bantuan oksigen atau ventilator.


Dilansir dari Medical Daily, para ilmuwan di Scripps Research Institute menemukan penemuan mengejutkan bahwa OTG juga berisiko mengalami kerusakan paru-paru yang fatal. Meski OTG terkesan sehat, namun golongan ini juga bisa memiliki kerusakan paru jangka panjang sama seperti pasien dengan kondisi parah.

Peneliti berhasil menemukan hal tersebut setelah melakukan beberapa kali penelitian dari pasien virus corona di kapal pesiar Diamond Princess. Para pasien tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan CT Scan pasien COVID-19 oleh peneliti. Hasilnya, OTG memang tidak menunjukkan gejala apapun.

Sementara itu, Pemeriksa Medis Pinellas dan Pasco County, Dr. Jon Thogmartin baru-baru ini mengungkapkan betapa buruknya COVID-19 merusak paru-paru pasien gejala berat corona. Ia bahkan menyebut kekuatan virus itu dapat sangat mengerikan karena bisa menghancurkan paru-paru.

”Aku benar-benar tidak tahu bagaimana mengatakannya tanpa menjadi mengerikan,” jelas Thogmartin yang menggambarkan kondisi paru pemeriksaan post-mortem pada pasien COVID-19. “Itu bisa menghancurkan paru-paru

”Biarkan saya katakan saja,” sambungnya. “Ketika orang tersebut (pasien COVID-19 gejala berat) meninggal, Anda melihat paru-parunya tidak terasa dan terlihat seperti paru-paru lagi.”

Walau OTG juga menghadapi dampak fatal, namun para peneliti berusaha memenangkan. Menurut mereka, penelitian ini tidak menjadikan semua pasien OTG secara otomatis dipastikan mengidap kerusakan paru jangka panjang. Peneliti hanya meminta kewaspadaan dari setiap masyarakat saja.

John Hopkins Medicine di awal tahun lalu telah membahas secara menyeluruh efek virus corona pada paru-paru. Saat itu, para ahli di Johns Hopkins Bayview Medical Center mengatakan virus corona dapat menyebabkan pneumonia dan sindrom pernapasan akut pada pasien.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts