Museum bersejarah Hagia Sophia di Turki, yang turut pula dikenal dengan keindahan arsitekturnya, kekinian kembali dijadikan masjid oleh Presiden Erdogan. Keputusan ini pun turut mengecewakan UNESCO.
- Elvariza Opita
- Rabu, 15 Juli 2020 - 14:07 WIB
WowKeren - Belakangan museum Hagia Sophia di Turki terus menjadi sorotan publik dunia. Bukan karena keindahan arsitekturnya, Hagia Sophia menjadi sorotan akibat statusnya yang kembali dibuka untuk umum sebagai masjid.
Namun langkah ini menimbulkan pro dan kontra tersendiri, salah satunya dari UNESCO. Badan yang khusus mengkaji situs-situs kebudayaan di berbagai penjuru dunia ini mengaku kecewa atas sikap Turki yang secara sepihak mengubah status bangunan tersebut.
Oleh karena itulah, UNESCO pun mengaku bakal mengkaji ulang status warisan dunia yang disandang oleh Hagia Sophia. "Hagia Sophia: UNESCO sangat menyayangkan keputusan otoritas Turki yang dibuat tanpa diskusi lebih lanjut, sehingga status warisan dunia harus ditinjau ulang," demikian kutipan pernyataan UNESCO di akun Twitter-nya.
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu pun ikut angkat bicara soal "ancaman" UNESCO ini. Menurut Cavuslogu, pihaknya akan selalu mengomunikasikan perubahan yang terjadi pada Hagia Sophia, sehingga mengejutkan kala mendapati UNESCO langsung meninjau kembali status warisan budaya museum dari monumen Kerajaan Bizantium pada abat ke-6 itu.
"Turki sangat peduli dalam melindungi karakter historisnya," beber Cavuslogu, seperti dilansir Trending Now! pada Rabu (15/7). "Kita harus melindungi warisan leluhur kita. Fungsinya bisa seperti yang kita mau atau apapun, tidak masalah."
Otoritas Turki pun harus melakukan beberapa penyesuaian agar Hagia Sophia bisa digunakan kembali sebagai tempat ibadah umat Muslim yang nyaman. Selain menggunakan karpet dan tirai, sedianya pemerintah Turki akan menutup gambar Yesus, Bunda Maria dan orang-orang kudus Kristen dengan teknologi khusus yang menggunakan teknik pencahayaan.
Pada kesempatan itu Cavusoglu juga menyampaikan pendapatnya soal kritikan yang diarahkan Yunani, Vatikan, dan sejumlah negara lain soal status Hagia Sophia. Sang menteri pun menyatakan perubahan Hagia Sophia merupakan hak Turki dan sudah sah.
"Kami menghormati pandangan semua orang bahkan jika kami tidak setuju dengan itu," ujar Cavusoglu. "Tetapi kami sangat menolak komentar yang dibuat dengan cara yang melanggar hak-hak kedaulatan Turki."
Namun untuk tetap menghargai rekam jejak Hagia Sophia sebagai museum, Presiden Recep Tayyip Erdogan pun tetap mengizinkan bangunan itu untuk dibuka bagi setiap umat, baik muslim, non-muslim, maupun pengunjung asing. Namun keputusan ini tampaknya tetap menjadikan perubahan status Hagia Sophia menjadi masjid terus menuai pro dan kontra.
(wk/elva)