Menkes Inggris Tak Sarankan Penggunaan Masker di Kantor Selama Pandemi
Dunia

Kebijakan ini menyusul spekulasi bahwa aturan untuk tempat kerja bisa saja mengikuti aturan tempat perbelanjaan, di mana para pengunjung diwajibkan menggunakan masker.

WowKeren - Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menyarankan masyarakat menggunakan masker di kantor. Kebijakan ini menyusul spekulasi bahwa aturan untuk tempat kerja bisa saja mengikuti aturan tempat perbelanjaan, di mana para pengunjung diwajibkan menggunakan masker demi mengurangi angka penularan COVID-19.

"Kami tidak akan merekomendasikan masker di kantor," kata Hancock sebagaimana dilansir dari BBC pada Kamis (16/7).

Hancock mengatakan bahwa pemerintah telah mempertimbangkan penggunaan masker di kantor namun menolak gagasan tersebut dengan alasan bahwa jika orang menghabiskan waktu lama secara bersamaan maka pelindung wajah sama saja tidak memberikan perlindungan.

"Itu interaksi dengan orang-orang yang biasanya tidak bersama anda dan di saat itulah masker dapat sangat membantu," katanya menambahkan.

Masker menjadi syarat mutlak ketika berada di transportasi umum di Inggris. Pada Rabu (15/7) waktu setempat, pemerintah Inggris juga telah merekomendasikan penggunaan masker di semua ruang publik termasuk di kantor dan tempat kerja lainnya.

Di sisi lain, saat ini Inggris sendiri tengah bersiap menghadapi gelombang dua pandemi virus corona yang diperkirakan akan muncul di musim dingin mendatang, bersamaan dengan wabah flu musiman. Sebanyak 37 peneliti dari Akademi Kedokteran Inggris memperingatkan bahwa kondisi tersebut dapat membahayakan ratusan ribu nyawa jika krisis musim dingin dan COVID-19 terjadi bersamaan.


Petugas medis diperkirakan kesulitan menangani lonjakan pasien COVID-19 karena di waktu yang sama ada kasus flu musim dingin. "Perhitungan ini mengindikasikan angka kematian bisa lebih tinggi pada gelombang kedua di musim dingin, tapi resiko ini bisa dikurangi jika mengambil langkah secepatnya," ujar tim peneliti.

Jumlah kematian akibat gelombang dua COVID-19 di musim dingin diprediksi bisa mencapai 120 ribu pasien selama september-Juni 2021. Pemerintah Inggris disarankan menyiapkan skema bertahan di musim dingin. Caranya dengan peningkatan tes COVID-19 dan sistem pelacakan. Solusi lainnya ialah menyiapkan skema vaksinasi flu dan sistem pemantauan penyakit secara nasional.

"Dengan rendahnya kasus COVID-19 saat ini, maka inilah peluang penting menyiapkan diri menghadapi skenario terburuk di musim dingin," ujar Stephen Holgate, kepala peneliti yang juga Professor dari University Hospital Southampton.

Stephen Holgate yang memimpin studi ini mengatakan angka kematian 120 ribu jiwa bukan prediksi, tetapi kemungkinan yang dilihat berdasarkan permodelan menggunakan parameter angka perkiraan orang yang terinfeksi (R).

Prediksi terbaru ini didasarkan pada asumsi bahwa tingkat R menjadi 1,7 dari September mendatang. Para ilmuwan mencontohkan peningkatan laju R 1,5 yang akan menyebabkan 74.800 kematian. Data terbaru pemerintah mencatat saat ini tingkat R di Inggris antara 0,7 sampai 0,9.

Selain itu, ilmuwan dari Imperial College London mengatakan musim dingin bisa memicu lebih banyak korban karena orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Hal tersebut membuat virus menyebar lebih mudah.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait