Jokowi Kesal Dana Pemda Masih Mengendap Rp 170 Triliun di Bank
Nasional

Menurut Jokowi, anggaran pemerintah dapat menyelamatkan perekonomian yang kini turut 'terinfeksi' pandemi corona. Oleh sebab itu, para Gubernur diharap bisa mempercepat serapan anggaran dana Pemda.

WowKeren - Serapan anggaran yang masih minim lagi-lagi membuat Presiden Joko Widodo kesal. Kini giliran Pemerintah Daerah (Pemda) yang kena sindir lantaran dana mereka yang masih mengendap di bank mencapai ratusan triliun rupiah.

"Perlu saya ingatkan, uang Pemda yang ada di bank itu masih Rp 170 triliun, guede sekali ini. Saya sekarang cek harian. Kementerian saya cek harian, berapa realisasi, ketahuan semuanya. Kemarin saya ulang lagi, ini enggak ada peningkatan, saya baca semuanya sekarang," terang Jokowi di hadapan para Gubernur di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (15/7). "Kementerian ini berapa persen, belanja modalnya baru berapa persen. Harian pun sekarang ini saya pegang, provinsi, kabupaten, dan kota."

Menurut Jokowi, anggaran pemerintah dapat menyelamatkan perekonomian yang kini turut "terinfeksi" pandemi corona. Oleh sebab itu, penyerapan anggaran pemerintah baik pusat maupun daerah sangat penting untuk menggerakkan kembali roda perekonomian.

"Kita tidak bisa mengharapkan lagi yang namanya investasi, itu pasti minus pertumbuhannya," ungkap Jokowi. "Yang bisa diharapkan sekarang ini, semua negara hanya satu yang diharapkan yaitu belanja pemerintah, spending kita, belanja pemerintah. Oleh sebab itu, jangan sampai ada ngerem."


Para Gubernur lantas diharap bisa mempercepat serapan anggaran dana Pemda. Itu dinilai sebagai salah satu cara memulihkan kondisi ekonomi di masing-masing provinsi.

"Kalau ekonomi di provinsi bapak-ibu semuanya ingin cepat pulih, belanjanya semuanya harus dipercepat. Kuncinya hanya di situ," kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Enggak bisa lagi kita mengharapkan sekali lagi, investasi, swasta, enggak. Karena ini munculnya memang harus dari belanja pemerintah."

Adapun realisasi belanja Pemprov sendiri menurut Jokowi masih berada di kisaran 16 hingga 45 persen yang terdiri dari belanja pegawai, belanja modal, serta belanja barang dan jasa. Secara keseluruhan, belanja modal dianggap masih sangat rendah.

"Belanja modal, coba kita lihat. Sumatera Selatan, hati-hati masih 1,4 persen, ini sudah bulan Juli, belanja modalnya. Sulawesi Tenggara belanja modal 5,6 persen, Papua 4,8 persen Maluku Utara 10,3 persen, NTT 19,6 persen, Kalimantan Barat 5,5 persen, Aceh 8,9 persen. Masih rendah-rendah sekali, hati-hati," pungkas Jokowi. "Birokrasi kita harus kita ajak, agar ada speed di sini. Hati-hati, ini kalau tidak kita ingatkan, belanja modalnya masih rendah-rendah semuanya."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait