Naik 2 Kali Lipat Dalam Waktu Kurang Dari Sebulan, Angka COVID-19 di Brasil Tembus 2 Juta Kasus
AP/Leo Correa
Dunia

Brasil melaporkan hampir 40 ribu kasus COVID-19 baru setiap harinya selama beberapa pekan belakangan. Melansir situs worldometer, total kasus positif COVID-19 di Brasil telah mencapai 2.014.738 orang per Kamis kemarin.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Brasil telah menembus angka 2 juta pasien pada Kamis (16/7) kemarin. Sebelumnya, Brasil telah mencapai angka 1 juta kasus virus corona pada 19 Juni 2020 lalu.

Dengan demikian, angka COVID-19 di Brasil bertambah sebanyak satu juta kasus dalam waktu kurang dari sebulan saja. Hingga kini, Brasil masih menjadi negara dengan kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia, hanya di bawah Amerika Serikat (AS).

Sebagai perbandingan, AS membutuhkan waktu 43 hari untuk "melaju" dari 1 juta kasus corona ke angka 2 juta. Melansir Reuters pada Jumat (17/7), penyebaran COVID-19 di AS sempat mereda pada bulan Mei lalu sebelum akhirnya meningkat kembali pada bulan Juni.

Sementara itu, Brasil melaporkan hampir 40 ribu kasus COVID-19 baru setiap harinya selama beberapa pekan belakangan. Melansir situs worldometer, total pasien yang positif terjangkit COVID-19 di Brasil telah mencapai 2.014.738 orang per Kamis kemarin.

Dari angka tersebut, 76.822 pasien dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 1.366.775 pasien dinyatakan sembuh. Kasus corona aktif di Brasil pun dilaporkan tinggal 571.141 pasien.


Kritik terhadap Presiden Brasil Jair Bolsonaro atas penanganan pandemi corona ini pun terus berdatangan. Pasalnya, Bolsonaro menekan pemerintah daerah untuk mencabut kebijakan lockdown meskipun penyebaran virus corona sangat cepat.

Akibat tekanan tersebut, banyak Gubernur dan Wali Kota di Brasil yang akhirnya melonggarkan pembatasan daerah dalam beberapa pekan terakhir ini. Hal ini disebut memicu wabah yang lebih besar.

Presiden Bolsonaro sendiri sebelumnya juga dilaporkan sempat meremehkan risiko kesehatan dan mempertanyakan kebijakan social distancing. Bolsonaro menyebut bahwa dampak ekonomi pandemi corona lebih buruk daripada penyakit itu sendiri.

Namun demikian, Bolsonaro justru dinyatakan positif terjangkit COVID-19 pekan lalu. Berdasarkan survei, popularitas Bolsonaro ikut merosot di tengah pandemi corona.

"Pemerintah tidak bergerak meski ada krisis kesehatan. Mereka lebih memikirkan uang daripada orang," tutur Rafael Reis dari Rio de Janeiro, dilansir Reuters. "Mereka (pemerintah Brasil) mengejek penyakit (COVID-19). Mereka tidak mempercayainya. Mereka ingin semua orang kembali ke jalan."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait