Perlu diketahui bahwa proses menyapih tidak selalu mudah bagi setiap orang tua. Anak akan mengalami masa-masa adaptasi dari menyusu hingga sepenuhnya lepas dari ASI ibu.
- Putri Stevania
- Jumat, 17 Juli 2020 - 15:04 WIB
WowKeren - Pemberian air susu ibu (ASI) untuk bayi memang penting dilakukan mengingat banyak sekali manfaat ASI untuk tumbuh kembang anak. Namun seiring dengan perkembangan bayi, maka bayi pada akhirnya harus disapih. Disapih adalah memberi makan pada anak dengan makanan padat hingga anak benar-benar berhenti menyusu ASI dar ibu.
Penyapihan ini biasanya dilakukan ketika anak berusia 2 tahun. Keputusan untuk menghentikan ASI dari bayi ini tergantung pada kesiapan orang tua dan anak. Namun secara fungsi, ASI yang diberikan di atas usia anak 2 tahun sudah tidak banyak memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil.
Perlu diketahui bahwa proses menyapih tidak selalu mudah bagi setiap orang tua. Anak akan mengalami masa-masa adaptasi dari menyusu hingga sepenuhnya lepas dari ASI ibu. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk memahami bagaimana tips menyapih anak. Penasaran? Berikut tim WowKeren rangkum 8 tipsnya. Yuk disimak!
(wk/putr)1. Beri Pemahaman Pada Anak Sebelum Menyapih
Walaupun usia anak masih tergolong kecil, tetapi memberi pengertian terhadap suatu perubahan itu penting. Ini adalah PR bagi orangtua untuk menyampaikan langsung ke anak untuk mengubah kebiasaan menyusunya. Kalian sebaiknya mulai memberitahunya untuk mulai berhenti menyusu ketika dia sudah berusia dua tahun nanti.
Berikan ia pengertian bahwa menyusui sudah tidak lagi baik dilakukan karena ia semakin lama semakin besar. Kalian juga bisa memberikan contoh kepadanya bahwa anak yang sudah besar tidak perlu lagi menyusu dari ibunya. Ada kalanya anak akan bereaksi seperti sedih, marah, bahkan tidak mau berhenti menyusu, di sinilah Anda tidak boleh berhenti untuk bersabar. Tetap ingatkan si kecil, dengan alasan-alasan yang tidak menyinggung perasaannya.
2. Kenalkan Anak Pada Botol Susu Atau Gelas
Mengenalkan cangkir atau gelas sejak awal sangat baik untuk mendukung proses menyapih. Berikan beberapa cangkir dengan gambar karakter, bentuk atau warna yang unik. Kebiasaan minum dengan cangkir akan membuat anak menjadi enggak terlalu tertarik dengan payudara ibu. Selain itu biasakan untuk sering minum dengan cangkir di depan anak.
Jika anak meminta minum, berikan minuman selain ASI dengan cangkir tersebut. Botol juga bisa digunakan dalam masa transisi, namun ibu harus membatasi penggunaannya. Hal ini membuat anak bisa lepas dari kebiasaan "menyedot" susu. Menjauhkan anak dari botol juga bisa mengurangi risiko kerusakan pada giginya.
3. Kurangi Intensitas Menyusui
Menyapih anak yang benar agak anak tidak rewel memang harus dilakukan secara bertahap dan tidak boleh langsung dilepas. Kalian bisa memulainya dengan mengurangi intensitas menyusui anak. Misal jika kalian selama ini menyusui anak sebanyak empat kali sehari, mulailah menguranginya menjadi tiga kali dalam sehari.
Belajarlah membuat makanan pendamping ASI (MPASI) agar dapat diberikan kepada anak saat siang hari, dan berikan ASI pada malam hari saja. Kalian juga bisa mulai mengurangi waktu ketika menyusui, misal kalianbiasa menyusui selama 10 menit kurangi menjadi 5 menit saja.
4. Ubah Pola Makan Anak
Lepas dari ASI berarti orangtua harus siap untuk mengatur pola makan untuk si kecil. Jika kalian berbagi tempat tidur dengan anak, biasakan untuk bangun sebelum ia bangun. Kemudian, segera menyiapkan makanan untuknya sehingga ketika ia bangun makanan sudah siap untuk dimakan.
Saat anak bangun mungkin ia merasakan lapar sehingga berikanlah makanan padat yang bergizi dan mengenyangkan untuknya. Hal ini bertujuan untuk mencegah agar anak tidak kelaparan sekaligus sebagai cara menyapih. Memang membutuhkan waktu untuk membiasakan anak makan makanan padat, jadi lakukanlah dengan perlahan. Biarkan anak makan dengan porsi sedikit, tetapi dalam frekuensi yang sering sebagai bagian dari cara menyapih.
5. Alihkan Perhatian Anak Dengan Bermain
Jika anak sudah mulai ingat dan ingin menyusu, hal yang paling ampuh adalah mengalihkan perhatiannya. Kalau sudah begini, orangtua bisa mengalihkan perhatian anak dengan bermain. Dengan membiarkan akan bermain dengan kawannya, akan memiliki peluang besar untuk dia lupa meminta susu kepada ibu.
Hal ini bisa kalian lakukan dengan memberikan mainan kesukaannya, sehingga dia akan fokus kepada mainan tersebut. Jika anak sudah mulai mempunyai teman, ada baiknya kalian membiarkannya bermain. Karena hal ini merupakan pendukung agar anak yang susah berhenti menyusu. Dengan begitu, si kecil akan mulai berhenti menyusu secara bertahap. Selain itu, anak juga akan cenderung malu menyusu di depan kawannya.
6. Ubah Cara Menidurkan Anak
Biasanya banyak orang tua yang menidurkan anak ketika dia sudah rewel dengan cara memangkunya dan menyusuinya agar lekas tidur. Jika kalian ingin menyapih anak, kalian harus meninggalkan kebiasaan menidurkan anak dengan cara tersebut. Gantilah cara menidurkan anak dengan hal lain.
Kalian bisa dengan mengajak anak bermain sebelum tidur, membacakan dongeng, atau mendengarkan musik dan bernyanyi. Jika anak rewel, berikan botol susu sebagai pengganti ASI. Langkah ini harus dilakukan secara terus menerus hingga anak merasa telah memiliki kebiasaan baru yang lebih menyenangkan. Kalian juga bisa menidurkannya di atas kasur, keranjang, kursi goyang untuk membuat anak merasa lebih nyaman dan mudah mengantuk hingga tertidur.
7. Minta Bantuan Suami
Ketika awal menyusui, suami sangat berperan penting sebagai support system nomor satu yang menyemangati ibu menyusui. Sama halnya dengan saat menyapih, suami juga harus mengambil andil dalam tugas ini untuk membantu ibu menyapih Si Kecil.
Saat ibu kehabisan cara untuk mengatasi anak yang mengamuk karena ingin menyusu, disinilah suami bertugas menghibur dan mengalihkan perhatian anak agar ia tidak rewel lagi dan lupa minta ASI. Masa menyusui atau menyapih, bukanlah tanggung jawab dari ibu saja. Namun, menjadi tanggung jawab bersama untuk selalu bekerja sama.
8. Tunjukkan Kasih Sayang Yang Lebih Banyak
Ibu juga harus menunjukkan bahwa perhatian dan kasih sayangnya tetaplah utuh. Umumnya anak akan beranggapan berhenti menyusu sama dengan berhenti disayang. Karena itu, tidak ada salahnya jika kalian memberikan perhatian lebih untuknya. Hal ini bisa dilakukan dengan mendekap, mengusap atau mencium anak untuk menunjukkan padanya bahwa kalian tetap menyayangi walaupun enggak menyusuinya lagi.
Rajinlah mencium, memeluk, menemaninya bermain, dan katakan Mama mencintai dan menyayanginya setiap hari. Dengan begitu, anak akan merasa aman, nyaman, serta tidak kehilangan momen berdua dengan Mama meskipun harus berhenti menyusu. Berikan minuman yang selalu siap di sampingnya saat menjelang tidur. Cara ini akan membantu anak untuk tahu bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk meninggalkan ASI.
Intip juga yuk beberapa pantangan yang harus kalian hindari setelah operasi caesar dalam artikel ini. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui berbagai makanan sehat yang sebaiknya dikonsumsi di masa menyusui.